RADAR JOGJA  – Kawasan Alun-Alun Purworejo kembali ditutup sejak pekan lalu. Penutupan memang hanya sebagian saja dikarenakan kemunculan kembali kasus positif Covid-19 di kabupaten ini.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo Agung Wibowo mengatakan, penutupan dilakukan untuk tempat bermain anak dan tempat olahraga. Sementara spot yang lain masih diperkenankan digunakan untuk masyarakat.

“Untuk tempat bermain dan olahraga selama ini banyak digunakan oleh masyarakat. Masyarakat masih bisa menggunakan area yang lain. Tapi pesan kami harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada,”  kata Agung Minggu (26/7).

Ia mengakui jika selama ini kedua tempat tersebut menjadi lokasi favorit bagi masyarakat. Kondisi ini sangat memungkinkan menjadi media penularan Covid-19. “Kita bisa saksikan selama ini, khususnya di tempat bermain pasti penuh dengan anak maupun orang tua. Makanya diputuskan untuk menutup sementara,” tambahnya.

Sementara itu, angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo terus menunjukkan tren meningkat. Total kasus positif sudah mencapai angka 121 orang. Perinciannya 77 orang sudah dinyatakan sembuh, tiga orang masih mendapat perawaan di rumah sakit sementara 40 orang melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Ada satu orang positif Covid-19 yang meninggal dunia. Sebenarnya warga Kulonprogo, tapi lama tinggal di Desa Brenggong, Kecamatan Purworejo,” kata juru bicara Protokol Covid-19 Purworejo dr Tolkha Ammarudin.

Dijelaskan Tolkha, positif hingga meninggal dunia Purworejo memang baru ini terjadi. Pihaknya sendiri mengaku mewaspadai kemungkinan terjadi kasus yang sama. Hanya saja khusus pasien yang meninggal itu sebenarnya memiliki penyakit bawaan diabetes melitus yang tidak terkontrol.

Diungkapkan, saat ini warga yang bekerja di bidang pelayanan masyarakat banyak yang terkena Covid-19. Dia berharap masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan, tertib serta mengikuti protokol kesehatan.

Bupati Purworejo Agus Bastian menyebut, adanya penambahan kasus positif hingga 15 orang dalam sehari menjadi hal yang fantastis baginya. Dia meminta warga yang diduga kuat berinteraksi dengan warga yang positif untuk dilakukan tracking atau tes swab.

“Perlunya ajakan untuk masyarakat paham dan mengikuti protokol kesehatan. Kami tidak mungkin melarang orang keluar rumah, namun kami minta agar warga patuh dengan protokol kesehatan yang ada,” kata Agus.

Ia sependapat jika operasi yang dilakuan Satpol PP dan Damkar terus dilakukan. Pengenaan sanksi tetap bisa dilakukan, sehingga ada efek jera bagi masyarakat yang keluar rumah tanpa masker. (udi/laz)

Purworejo