RADAR JOGJA – Sedikitnya 20 anak remaja di Kabupaten Purworejo diberikan pelatihan dasar kesehatan mengenai reproduksi oleh Perkumpulan Keluarga Berncana Indonesia (PKBI) setempat di Kedai Satu Satu, Purworejo, kemarin (9/7). Mereka memiliki kewajiban untuk menularkan ilmu yang diperoleh itu kepada anak remaja lain yang ada di lingkungannya.

Pelatihan akan berlangsung hingga hari ini (11/7) dimana peserta berasal dari berbagai perwakilan unsur, seperti Forum Genre, Forkare, mahasiswa UMP, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kutoarjo. Mereka diajak mengenal sekaligus membahas cara mengatasi berbagai persoalan remaja bersama sejumlah pemateri dari PKBI Jawa Tengah dan fasilitator Youth Center Pilar (Pusat Informasi dan Layanan Remaja).

Beberapa materi tersebut di antaranya basic trainning tentang tumbung kembang remaja, perubahan fisik dan psikologi, seksualitas dan gender, analisis sosial tentang situasi remaja, serta teknik fasilitasi untuk edukasi ke sesama remaja.

“Penyimpangan remaja saat ini semakin kompleks. Kami bisa lihat melalui pemberitaan di media massa,” kata Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Purworejo, Kuswantoro saat membuka acara.

Dia menyebut beberapa penyimpangan yang dilakukan seperti halnya penyalahgunaan narkoba, miras, kehamilan di luar nikah dan pernikahan dini. Kasus-kasus itu sedini mungkin harus dicegah.

“Disini peran remaja sebagai fasilitator sangat penting. Selain dapat mencegah dirinya sendiri dari penyimpangan, edukasi yang disampaikan oleh fasilitator kepada remaja sebayanya dapat lebih mudah diterima,” tambahnya.

Adanya pelatihan dalam pandangannya akan menjadi sebuah upaya untuk mendukung program-program pemerintah dalam menekan persoalan remaja. Pihaknya berharap, para remaja yang mngikuti pelatihan dapat aktif berperan memberikan edukasi kepada remaja di lingkungan atau komunitasnya.

“Sekarang mungkin hanya 20 orang.Tapi mari edukasi remaja lain agar jadi remaja berkualitas. Tentu tidak hanya cukup lewat pelatihan hari ini, kita harus bisa kembangkan lagi dengan mendalami materi lain,” harap Kuswantoro.

Manajer Program PKBI Jateng, Dwi Yunanto Hermawan, menyampaikan pelatihan itu menjadi bentuk respon PKBI Jateng untuk menyikapi isu-isu hak anak, baik di tingkat regional maupun nasional. Pada satu sisi, persoalan remaja semakin kompleks dan pada sisi lain remaja memiliki potensi sebagai fasilitator edukasi dan penyebar informasi. (udi/bah)

Purworejo