RADAR JOGJA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Tjokronegoro siap beroperasi penuh. Bangunan fisik rumah sakit yang terletak di Kecamaan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, tersebut sudah jadi. Peralatan medis juga sudah siap.

Selama ini rumah sakit yang berlokasi di pinggir jalan nasional itu dimanfaatkan untuk penanganan virus korona (Covid-19). Rumah sakit ini digunakan untuk tempat isolasi para pasien positif tanpa gejala.

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti melakukan pengecekan di rumah sakit tersebut Kamis (9/7). Dia mengaku ingin tahu lebih detail mengenai kesiapan rumah sakit bertipe C tersebut.

“Semua sarana prasarananya sepertinya sudah siap. Sebaiknya segera digunakan saja,” kata Wabup. Dalam kesempatan itu, Wabup di dampingi Kepala Dinas Kesehatan Purwprejo dr Sudarmi, Kepala BKD Purworejo drg Nancy Megawati, Direktur RSUD RAA Tjokronegoro dr Tolkha Ammarudin, dan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Purworejo Rita Purnama.

Wabup sempat berkeliling hampir ke semua sudut ruangan. Termasuk mengamati ruang IGD, ruang operasi, laboratorium darah, dan kamar perawatan pasien.

“Belum seratus persen sempurna tidak apa-apa. Penyempurnaan seratus persen kelengkapan sarana prasarana maupun SDM, bisa dilakukan sambil jalan,” ujarnya.

Wabup Yuli berharap rumah sakit ini mampu memberikan fasilitas pelayanan kesehatan dengan mudah, terjangkau, dan tidak memberatkan kepada masyarakat. Dia juga berharap pengelola rumah sakit segera mengurus penyediaan layanan BPJS. Ini mengingat jumlah peserta BPJS di Purworejo cukup banyak sehingga masyarakat dapat menggunakannya.

Direktur RSUD Tjokronegoro Tolkha Amaruddin menjelaskan, rumah sakit yang dikelolanya bakal dibuka 1 Agustus mendatang. Kesiapan sarana dan prasarana sudah 80 persen. Pelayanan yang diberikan antara lain IGD, rawat darurat, rawat inap, dan poliklinik spesialis.

Ada empat dokter spesialis yang siap bekerja. Yakni, dokter spesialis bedah, penyakit dalam, spesialis anak, dan kebidanan. Ada pula spesialis penunjang antara lain dokter spesialis syaraf, kulit dan kelamin, jiwa, serta dokter bedah mulut.

Jumlah tempat tidur ada 102 buah. Ada tiga kelas yakni  kelas 3, VIP, hingga president suite yang memiliki fasilitas seperti hotel.

“Sumber daya manusia yakni tenaga medis sudah dicukupi dari puskemas dan RSUD dr Tjitrowardojo. Saat ini sudah ada 32 perawat dari kebutuhan sekitar 60 orang,” kata Tolkha.

Saat beroperasi penuh nanti memang belum bisa memberikan layanan kepada peserta BPJS. Namun, pihaknya akan memperjuangkan agar segera dilakukan akreditasi untuk memberikan layanan BPJS. “Target kami di Maret 2021, BPJS sudah bisa,” imbuh Tolkha. (udi/amd)

Purworejo