RADAR JOGJA – Sejumlah sekolah menengah pertama negeri (SMPN) Purworejo masih kekurangan siswa. Meski penerimaan peserta didik baru (PPDB) online telah usai. Kekurangan siswa terutama untuk SMPN yang berada di wilayah perbatasan.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Purworejo Widhi tidak memungkiri ada SMPB yang beberapa tahun terakhir mengalami kekurangan siswa. Pihaknya sendiri terus mempelajari mengenai sebab tidak terpenuhinya siswa tersebut. “Dari pencermatan yang ada, sekolah-sekolah yang siswanya kurang itu, saya lihat karena berada di titik irisan,” kata Widhi, Jumat (19/6).

Irisan yang dimaksud adalah sekolah di posisi terjepit dimana ada beberapa pilihan lain yang notabene lebih dekat. Bahkan ada anak yang memilih melanjutkan studinya di sekolah yang berbeda kabupaten. “Memang itu tidak bisa dipungkiri. Karena faktor jarak, ada anak Purworejo yang terpaksa sekolah di Kabupaten Magelang, Kabupaten Kulonprogo. Karena memang lebih dekat,” tambahnya.

Widhi mencontohkan SMPN 29 yang berada di wilayah Kecamatan Loano, tepatnya di Desa Banyuasin. Selain karena ada sekolah MTs Negeri, banyak anak yang memilih sekolah di Kabupaten Kulonprogo. Demikian halnya anak-anak yang masuk ke zona SMPN 37 di Desa Pekacangan Kecamatan Bener. “Yang seharusnya ke SMPN 37 itu ada yang sekolah di SMP di wilayah Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang,” katanya.

Berlabel sekolah milik pemerintah, sekolah negeri yang ada pun akan menjual sekolahnya sesuai kelas yang ada, walaupun sebenarnya saban tahun sudah berkurang. “Katakan ada enam kelas, tapi ada satu kelas yang tidak penuh. Ya tetap kami menawarkan ke masyarakat tetap enam,” imbuh Widhi.

Beberapa SMPN pun terpaksa harus mengajukan pendaftaran via offline. Dari 43 SMP Negeri di Kabupaten Purworejo, semuanya melakukan pendaftaran dengan sistem online. Kamis (18/9) pukul 12.000, secara resmi waktu pendaftaran ditutup. “Pendaftaran secara online untuk SMP Negeri sudah ditutup. Tapi beberapa sekolah memang mengajukan izin untuk bisa membuka pendaftaran secara offline,” kata Widhi.

Kepala Disdikpora Purworejo Sukmo Widi Harwanto menyebut pihaknya menyetujui 13 SMP Negeri di Purworejo untuk membuka pendaftaran offline. Pihaknya memberikan waktu selama dua hari bagi sekolah untuk bisa menambah jumlah peserta didik. “Intinya untuk pemenuhan kapasitas yang belum terpenuhi, kami ijinkan sekolah untuk membuka gelombang baru PPDB secara online yakni 22-23 Juni ini,” kata Sukmo.

Tigabelas sekolah yang akan membuka gelombang pendaftaran baru itu sendiri antara lain SMPN 17 di Kecamatan Bagelen, SMPN 24 dan SMPN 39 di Kecamatan Kaligesing, SMPN 22 di Kecamatan Gebang, SMPN 26 di Kecamatan Banyuurip, SMPN 29 di Kecamatan Loano, SMPN 30 Kecamatan Ngombol, SMPN 35 Kecamatan Bayan, SMPN 37 Kecamatan Bener, SMPN 38 Kecamatan Grabag, SMPN 41 Kecamatan Kemiri, SMPN 42 Kecamatan Bruno dan SMPN 43 Kecamatan Gebang. (udi/pra)

Purworejo