RADAR JOGJA – Kabupaten Purworejo masuk kategori oranye dalam kasus virus korona (Covid-19). Kategori tersebut juga disematkan untuk 23 kabupaten dan kota lain di Provinsi Jawa Tengah.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Purworejo tak tinggal diam. Mereka terus berusaha meningkatkan upaya memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

“Tidak ada penambahan kasus positif lagi di Kabupaten Purworejo dalam beberapa hari ini,” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Purworejo dr Tolkha Ammardin Kamis (18/6).

Menurutnya, secara keseluruhan pasien positif yang ada di Kabupaten Purworejo mencapai 79 orang. Rinciannya, 55 orang telah dinyatakan sembuh dan 24 orang yang masih melakukan isolasi.”Isolasi yang dilakukan semua dilaksanakan secara mandiri,” imbuh Tolkha.

GTPP Covid-19 Kabupaten Purworejo tetap meningkatkan kewaspadaan. Sebab, sempat muncul dua kasus positif Covid-19 setelah beberapa hari tidak ada penambahan sama sekali. Hal ini mendapat perhatian serius.”Pelaksanan rapid test dan swab tetap dilakukan,” tambah Tolkha.

Swab yang dilakukan tidak sebatas menunggu adanya rapid test. Sejumlah warga yang berpotensi terpapar virus Covid-19 telah menjalani swab.”Beberapa kelompok masyarakat yang memiliki risiko, kita lakukan swab. Hasil yang sudah keluar adalah negatif. Memang kita belum lakukan secara rutin karena pelaksanaanya kita menunggu adanya alat swab dari provinsi (Pemprov Jateng),” katanya.

GTPP tercatat sudah melakukan 489 swab. Hasilnya diketahui 362 dinyatakan negatif. Selain itu, terdapat 43 warga yang sedang menungu hasilnya.

Pihaknya berharap, hasil swab yang masih ditungu itu akan menyebutkan negatif. Meski demikian, jika nantinya muncul hasil yang menyatakan positif maka pihaknya akan menindaklanjuti.”Setidaknya sudah siap kita lakukan tracking jika muncul kasus baru. Begitu ada kasus baru, mereka yang berisiko langsung dilakukan pengecekan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Dion Agasi Setiabudi berharap tidak ada lagi muncul kasus positif di Kabupaten Purworejo. Penerapan kebijakan new habit (kebiasaan baru) usai berakhirnya masa tanggap darurat Covid-19 harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.”Intinya, masyarakat harus tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan yang ada di manapun dan kapanpun,” kata Dion.

Menurutnya, muncul dan tidaknya kasus baru di Purworejo tergantung masyarakat. “Semua harus taat. Karena, bukan tidak mungkin, masa tanggap darurat itu akan diberlakukan lagi kalau memang dirasa perlu,” imbuh Dion. (udi/amd)

Purworejo