RADAR JOGJA – Sebanyak 942 warga Kabupaten Purworejo mengikuti proram Kartu Prakerja dalam tiga gelombang pendaftaran. Jumlah tersebut potensial bertambah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Purworejo Gathot Suprapto mengatakan, pihaknya masih dalam proses mencari secara spesifik data tersebut di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Langkah ini diperlukan agar nantinya dapat diakses oleh pemerintah kabupaten.

“Angka 942 yang muncul itu adalah data sementara yang kita terima dari kementerian,” ujar Gathot Kamis (18/6).

Kartu Prakerja merupakan bantuan biaya pelatihan bagi masyarakat di Indonesia yang ingin memiliki atau meningkatkan keterampilan. Program ini tidak hanya untuk mereka yang sedang mencari pekerjaan. Program juga berlaku untuk buruh, karyawan, dan pegawai.

Pendaftar harus berusia lebih 18 tahun dan tidak sedang sekolah atau kuliah. Program yang merupakan respons dampak pandemi virus korona (Covid-19) ini untuk sementara waktu diprioritaskan bagi pekerja maupun pelaku usaha mikro dan usaha kecil yang terdampak.

“Kesempatan bagi yang gagal masih terbuka karena masih akan dibuka beberapa gelombang sampai Oktober nanti,” imbuh Gathot.

Menurutnya, 942 pendaftar dari Purworejo itu tidak secara otomatis lolos. Sebab, masih data masih akan disaring lagi oleh Kemenaker. Hingga saat ini masih tahap evaluasi. Pendaftaran gelombang keempat akan segera dibuka.

“Semua proses memang berjenjang. Jadi, ada yang dalam tahap pendaftaran, sudah mengikuti pelatihan, atau sudah pada tahap mengakses manfaat insentif,” paparnya.

Pendaftar yang dinyatakan menjadi penerima Kartu Prakerja akan menerima bantuan total Rp 3,55 juta. Jumlah itu terdiri atas bantuan biaya pelatihan Rp 1 juta untuk membeli aneka pelatihan di platform digital mitra. Bantuan lainnya berupa insentif tunai yang ditansfer lewat rekening bank, e-wallet, LinkAja, OVO, atau GoPay.

“Insentif juga terdiri atas dua bagian. Pertama, insentif pascapenuntasan pelatihan pertama sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan. Kedua, insentif pascapengisian survei evaluasi sebesar Rp 50 ribu per survei untuk tiga kali survei dengan total Rp 150 ribu per orang,” jelasnya.

Gathot menyatakan, Dinperinaker Purworejo mendapat tugas dari Kemendagri untuk memberikan fasilitasi dan pendampingan terhadap calon peserta di daerah. Pihaknya telah menyediakan prasarana digital di balai latihan kerja dan kantor dinperinaker.

Peserta dapat meminta pendampingan jika menemui kesulitan. “Awalnya banyak yang bertanya dan menggunakan fasilitas di sini. Tapi, sekarang sudah lebih banyak yang melakukan pendaftaran secara mandiri di rumah masing-masing karena mereka sudah paham,” ungkapnya. (udi/amd)

Purworejo