RADAR JOGJA – Siswa sekolah dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) harus bersabar untuk bisa kembali ke sekolah. Ini karena Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Purworejo masih memperpanjang waktu belajar anak di rumah.

Kepala Dindikpora Purworejo Sukmo Widi Harwanto mengakui, kebijakan itu memang berbeda dari keputusan bupati Purworejo untuk mengakhiri masa tanggap darurat Covid-19. Pihaknya masih menunggu surat edaran yang diterbitkan Kementrian Pendidikan Nasional.”Kami mengambil patokan dari pusat,” kata Sukmo, Jumat (12/6).

Namun, hingga saat ini, surat edaran yang ditunggu itu belum turun. Praktis pihaknya memberanikan diri dan berinisiatif untuk mengambil keputusan itu. “Edaran khusus dari kami sudah diedarkan ke seluruh satuan pendidikan di bawah Dindikpora Purworejo,” tambah Sukmo.

Dalam surat bernomor 425/1232/2020 perihal perpanjangan belajar di rumah, Sukmo menyebut siawa belajar di rumah sammpai masa akhir kalender pendidikan yang jatuh 20 Juni mendatang. Sehingga, siswa akan akan langsung masuk dalam liburan panjang tahun ajaran.

Meski anak masih belajar di rumah, namun semua aparatur sipil negara atau PNS di satuan pendidikan yang ada harus tetap di kantor. “Karena mereka harus tetap melakukan kewajiban dan tugas pokok fungsinya sebagai ASN,” kata Sukmo.

Meski dalam suasana pasca ujian akhir, Sukmo meminta agar guru tetap memberikan bekal pendidikan bagi anak. Materi yang ada bisa disesuaikan dengan perkembangan yang ada.

Soal adanya aktivitas anak di sekolah saat ini, Sukmo menyebut jika keberadaan mereka untuk mengembalikan buku pelajaran milik sekolah yang dibawa anak. Waktu saat mereka di sekolah juga diberikan pembatasan. “Saat anak di sekolah juga wajib mengikuti protokol kesehatan dan pesan kami untuk anak-anak agar jangan pernah lelah untuk belajar,” pesannya. (udi/din)

Purworejo