RADAR JOGJA – Pengemudi becak motor (bentor) di kampung yang di-lockdown (karantina wilayah) ditolak oleh pelanggan. Pengemudi tersebut yakni Basuki, 57, yang tinggal di RT 1 RW 7 Kelurahan Baledono, Kecamatan/Kabupaten Purworejo.

Kampung itu di-lockdown sejak 1 Mei lalu karena ada 16 warga yang dinyatakan positif virus korona (Covid-19) berdasarkan hasil rapid diagnostic test (RDT). Sejak saat itu, Basuki tidak memperoleh penumpang. Calon penumpang menolak menggunakan jasanya ketika megetahui dia berasal dari kampung yang di-lockdown.

“Saya tidak tahu harus bagaimana sekarang ini. Di rumah ya tidak ada penghasilan apa-apa. Keluar juga tidak dapat apa-apa,” kata Basuki ditemui di rumahnya.

Menurutnya, status kampung yang di-lockdown membuat warga darikampung lain menjaga jarak. “Pelanggan saya ngomong kalau nanti akan memakai becak saya lagi kalau kondisinya sudah baik semua,” imbuh Basuki.

Pantauan Radar Jogja, warga RT 1 RW 7 Baledono melakukan pembuatan posko di jalan masuk kampung (1/5). Posko digunakan untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas keluar dan masuk warga.

“Kita membuat posko darurat untuk tempat duduk-duduk,” kata Abas, warga setempat.

Kepala Kelurahan Baledono Firman mengungkapkan, pihaknya tidak menyebut wilayah RT 1 RW 7 menerapkan status lockdown. Istilah itu muncul dari masyarakat sendiri.

“Kalau di-lockdown itu tidak ya. Yang melakukan isolasi mandiri hanya enam belas orang. Sementara yang lain masih bebas atau bisa melakukan aktivitas rutin seperti umumnya,” kata Firman. (udi/amd)

Purworejo