RADAR JOGJA – Kerumuan masa di tempat keramaian seperti perkotaan, angkringan, kafe, dan tempat hiburan di Purwoerjo masih tinggi. Padahal, sebenarnya pemerintah desa sudah melakukan pembatasan gerak warga. Namun, masih saja banyak yang nekat keluar rumah. Terutama remaja yang jajan di warung pinggir jalan.

Hal itu terungkap dalam operasi gabungan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Purworejo yang dilakukan Sabtu malam (2/5). Operasi melibatkan beberapa unsur seperti Polres Purworejo, Kodim 0708/Purworejo, Denpom V/2-2, Dinparbud Kabupaten Purworejo, Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Dinas Kominfo Kabupaten Purworejo, dan Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo.

“Mereka yang nekat keluar rumah dan memunculkan kerumuman, sebagian besar anak muda atau remaja,” kata Kasatpol PP Damkar Budi Wibowo.

Budi menjelaskan, operasi dilakukan selama kurang lebih tiga jam. Sedangkan tempat yang disisir meliputi kawasan kota Purworejo dan Kecamatan Kutoarjo.

“Paling banyak adalah remaja yang makan di pinggir jalan. Mereka mengaku berasal dari desa itu. Juga, tidak memakai masker,” imbuh Budi.

Selain melakukan sosialisasi dan membubarkan pembeli, petugas langsung memberikan edukasi kepada para pedagang kaki lima (PKL). Mereka diminta untuk membatasi jumlah pembeli yang hendak makan di tempat.

Saar operasi di Billiards and Cafe Master Piece yang berada di Jalan Kolonel Sugiyono Purworejo, petugas mendapati ada banyak pengunjung. Petugas langsung memberikan surat resmi kepada pemilik usaha untuk menghentikan aktivitasnya.

Hiburan malam karaoke juga tidak lepas dari sasaran patroli. Namun, saat didatangi petugas, sejumlah tempat karaoke yang diduga masih kerap beroperasi ternyata tutup dan sepi pengunjung.

Menurut Budi, patroli serupa telah dilakukan tiga kali. Patroli dilakukan secara mandiri oleh Satpol PP maupun gabungan berbagai instansi terkait.

Kanit Patroli Polres Purworejo Ipda Parjono mengungkapkan, banyak desa sudah melakukan penutupan akses untuk membatasi warganya keluar dan berkerumun. Namun, kesadaran warga belum maksimal dan masih banyak yang keluar rumah.

“Kami dari Polres Purworejo terus melakukan imbauan kepada kerumunan masa untuk segera membubarkan diri demi menanggulani penyebaran Covid-19,” ungkapnya. (udi/amd)

Purworejo