RADAR JOGJA – Pos komando (posko) mandiri yang belum mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purworejo. Sejumlah posko yang berada di daerah perbatasan mendapat suplai kebutuhan logistik pendukung untuk para relawan.

Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiadi memimpin langsung pembagian bantuan tersebut Kamis (16/4). Anggota dewan dibagi dalam beberapa kelompok untuk turun ke lapangan dengan dipimpin oleh unsur pimpinan.

“Ini menjadi inisiatif dari teman-teman DPRD karena selama ini posko di perbatasan belum teranggarkan oleh pemkab,” kata Dion.

Menurutnya, posko di perbatasan butuh perhatian. Sebab, tempat itu menjadi lalu lintas utama bagi para pendatang dari kabupaten tetangga. Relwan yang berjaga di posko perbatasan memiliki peran penting karena bisa memfilter dan mendata setiap warga luar daerah yang masuk.

“Data yang kita miliki itu, tercatat ada 13 posko di perbatasan yang akan kami datangi,” imbuh Dion.

Ketigabelas posko itu tersebar di beberapa kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Kaligesing, Kecamatan Pituruh, Kecamatan Butuh, Kecamatan Bener, Kecamatan Loano, Kecamatan Bruno, Kecamatan Purwodadi, dan Kecamatan Bagelen.

“Hari ini (kemarin) memang belum semuanya. Tapi ketigabelas posko itu akan kita datangi dan berikan bantuan logistik pendukung,” tambah Dion.

Dia berharap posko-posko di perbatasan segera mendapat perhatian dari Pemkab Purworejo. Pemkab bisa dianggarkan berbagai keperluan untuk posko. ”Setidaknya, ditempatkan petugas-petugas yang berkompeten untuk ditempatkan di kawasan tersebut,” tegasnya. (udi/amd)

Purworejo