RADAR JOGJA – Gadget menjadi barang yang nyaris tidak bisa dipisahan dari anak-anak. Keberadaan gadget mau tidak mau memang harus bisa diterima. Hanya saya, anak memerlukan bimbingan untuk bisa menggunakan peranti elektronik tersebut dengan baik dan sesuai kebutuhan.

Hal itu disampaikan Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo dr Ika Endah Lestariningsih saat menjadi pemateri dalam seminar umum dan keperawatan bertajuk Manajemen Kecanduan Gadget Pada Anak. Kegiatan ini diadakan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Purworejo di Hotel Plaza Purworejo Senin (9/3). Hadir dalam acara ini Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti.

Ika memaparkan, ada sejumlah teknik untuk mengantisipasi dan menangani anak yang kecanduan gadget. Salah satunya dengan mengembalikan fungsi keluarga dengan baik. Di antaranya, fungsi religius, fungsi afeksi, fungsi perlindungan, dan fungsi rekreasi. ”Ciptakan rumah dan sekolah yang ramah anak,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan pembicara lainnya yakni Dr Hanung. Dia menyampaikan sejumlah tips untuk mencegah dampak negatif gadget pada anak.

Menurutnya, anak harus diberi pendampingan, sugesti yang baik, dan contoh yang baik dari orang tua. ”Anak berkembang dengan cara mencontoh perilaku orang tua dan lingkungan. Jadilah orang tua yang tidak menyalahkan anak. Tapi, memberikan pengarahan dan sugesti positif sehingga anak akan berkembang menjadi generasi emas,” bebernya.

Wabup Yuli memberikan apresiasi atas penyelenggaraan seminar ini. Dia menilai kegiatan itu menjadi salah satu bentuk peran membangun sumber daya manusia yang unggul sesuai misi Pemkab Purworejo.

Dia mengaskan, kecanduan gadget pada anak menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. “Harapannya, orang tua mampu mengarahkan anak untuk lebih bijak dalam menggunakan gadget. Orang tua bisa menjadi role model yang baik untuk anak-anaknya sehingga akan tercipta generasi yang unggul dan cerdas dalam menggunakan teknologi,” kata Yuli. (udi/amd)

Purworejo