RADAR JOGJA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purworejo Dion Agasi Setiabudi membolehkan masyarakat menjewer atau mengingatkan anggota dewan. Terutama jika wakil rakyat tak aspiratif. Wakil rakyat yang tidak bisa membawa aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.

Sebagai kepanjangan tangan masyarakat, anggota dewan harus lebih memperhatikan masyarakat. Selain itu, wajib memperjuangkan usulan yang ada.

“Kalau memang tidak bisa membawa aspirasi dan memperjuangkan, ya silakan DPRD itu dijewer,” kata Dion dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2021 Kecamatan Purworejo yang diadakan di pendapa kantor Kecamatan Purworejo Selasa (4/2). Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Ketua DPRD Purworejo Yophi Prabowo, Sekretaris Bappeda Purworejo Nur Hidayati, serta unsur desa dan kelurahan di Kecamatan Purworejo.

Menurutnya, wilayah Purworejo sebenarnya relatif istimewa. Di jajaran dewan, ada dua anggota dewan dari daerah pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Purworejo dan Kaligesing yang duduk sebagai unsur pimpinan. Yakni, dia sendiri dari PDI Perjuangan dan Yophi dari Partai Demokrat.

“Jadi, saya juga harus bertanggung jawab atas aspirasi yang disampaikan oleh warga di Kecamatan ini,” tambahya.

Dalam kesempatan itu, Dion juga menyampaikan prioritas pembangunan 2021 jangan hanya berkutat pada pembangunan fisik. Menurutnya, ada program prioritas Presiden Joko Widodo yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Angka kemiskinan yang ada di Purworejo memang semakin menurun. Tapi, perlu lebih diperhatikan lagi. Penurunan itu tidak akan bisa berjalan kalau kita hanya berkutat pada fisik semata,” tambahnya.

Percepatan pengentasan kemiskinan, ujar Dion, tidak hanya menjadi beban pemerintah maupun dewan. Dia mengajak masyarakat berperan serta menurunkan angka kemiskinan tersebut.

“Kita perlu mengurai, permasalahan kemiskinan itu dipicu karena apa. Katakan, mereka yang punya sawah tapi tidak punya pasokan air irigasi, ya jadi masalah. Untuk Purworejo ini ada dua irigasi yang perlu ditangani,” katanya.

Camat Purworejo Sudaryono mengatakan, pihaknya banyak menerima keluhan dari masyarakat tentang pasokan air untuk pertanian. Pasokan air terganggu karena kerusakan jaringan irigasi Kalisemo.

“Kondisi di Kalisemo sudah rusak. Itu perlu penanganan sehingga pasokan air ke lahan milik warga bisa lancar,” kata Sudaryono.

Selain itu, jaringan jalan ringroad timur juga akan banyak menggunakan jalan di wilayah Kecamatan Purworejo. Dia berharap saat pelaksanaan pembangunan ringroad tidak ada permalahan yang muncul. (udi/amd)

Purworejo