Penglihatan yang terganggu akibat mengidap retinitis pigmatosa, tak membuat Praptining Utami menyerah. Warga Kelurahan Kledung Karangdalem, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, tersebut terus bekerja dengan berjualan jajajan telur dadar dibantu robot sederhana. Robot itu kreasi anaknya, yakni Agung Budi.

BUDI AGUNG, Radar Jogja – Purworejo

RADAR JOGJA – Areal luar Madrasah Ibtidaiyah 3 Purworejo di Kelurahan Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, tampak ramai Senin siang (3/2). Sejumlah murid mengerumuni beberapa penjual makanan ringan.

Dari sekian penjual, ada satu penjual yang lebih banyak kerumunan murid dibadingkan penjual lain. Penjual itu adalah Praptining Utami, 57. Perempuan berkerudung itu berjualan telor dadar goreng.

Proses menggoreng telurnya tak sembarangan. Alat penggorengan menggunakan wajan cetakan. Namun, prosesnya tidak dilakukan secara manual. Digerakkan dengan alat khusus seperti halnya robot.

Alat khusus tersebut digerakkan dengan baterai. Baterai menggerakkan motor yang dirancang sedemikian rupa sehingga bisa menyedot adonan telur. Adonan yang tersedot itu dialirkan melalui selang untuk dituangkan ke dalam dua belas lubang cetakan dalam wajan.

“Ini buatan anak saya. Namanya Agung Budi. Dia sendiri yang tergerak untuk membantu membuatkan alat seperti ini,” tutur Prapti.

Dia mengaku agak kesulitan mengoperasikan alat tersebut. Sebab, alat itu menggunakan sejumlah tombol kecil. Padahal, penglihatannya kini tidak lagi sempurna. Akibatnya, dia kerap salah memencet tombol.

Prapti menjelaskan, para murid yang menjadi langgananya senang dengan proses pembuatan dadar telur mengunakan alat tersebut. “Anak-anaknya suka. Jadi, ya banyak membantu saya. Mereka membantu memecet dan menghentikan tombol sesuai kebutuhannya mereka,” katanya.

Usaha telur dadar goreng ini telah digeluti Prapti sejak sekitar lima tahun lalu. Sedangkan alat mirip robot sederhana itu baru dipakainya sekitar dua pekan lalu.

Prapti biasa berjualan di tiga sekolah. Paling sering berjualan di MIN 3 Purworejo. “Di sini dekat dan tidak perlu lewat jalan besar,” katanya.

Agung Budi terlihat menemani sang ibu berjualan. Dia membantu melayani pembeli.

Pemuda 19 tahun itu mengaku tergerak untuk membuatkan alat bantu untuk ibunya. Bekal pendidikan yang diperoleh di SMKN 1 Purworejo, membuat Agung mengetahui beberapa komponen untuk membuat robot.

Agung menyatakan, alat tersebut tidak terlalu sulit untuk dibuat. Dia juga sempat melihat cara pembuatannya di Youtube.

Meski ada tutorialnya, hasil karya Agung terbilang unik. Ada penggabungan beberapa unsur sehingga alat bisa bekerja dengan baik.

”Sebenarnya, bagi saya itu hal yang biasa. Tujuannya hanya untuk membantu Ibu jualan. Dengan alat itu, Ibu tidak perlu lagi membungkuk-bungkuk untuk menuangkan adonan telur ke cetakan,” jelas Agung. (amd)

Purworejo