RADAR JOGJA – Warga Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, dipersilakan memanfaatkan lahan yang menjadi lokasi Keraton Agung Sejagat (KAS) sebagai destinasi wisata. Pengelolaan lahan tersebut dapat dilakukan jika persoalan hukum selesai dan lokasi itu sudah tidak menjadi barang bukti.

Hal itu disampaikan Bupati Purworejo Agus Bastian saat mendatangi lokasi KAS Senin  (20/1). Bupati datang bersama sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Purworejo.

“Bisa dikembangkan lebih baik lagi. Di sini pernah ada keraton abal-abal yang viral itu,” kata Bupati.

Menurutnya, lokasi KAS sangat menguntungkan karena sudah dikenal luas. Namun, pengeloaan lokasi itu sebagai desrinasi wisata baru bisa dilakukan apabila memperoleh izin dari pemilik lahan.

“Lahan tempat berdirinya keraton itu kan milik pribadi. Jadi, tetap harus memakai izin,” imbuh Bupati.

Bupati melihat dampak dari merebaknya KAS itu cukup baik. Masyarakat sekitar lokasi KAS menyediakan jasa parkir kendaraan bagi pengunjung. Ada pula masyarakat yang berjualan makanan atau minuman ringan.

Bupati juga meminta kepada media masa tidak terus membesar-besarkan hal-hal negatif dari kasus ini. Media masa juga dapat memberitakan sisi positifnya. “Media memegang peran penting. Jangan sekadar mem-blow up unsur penipuan atau yang negatif lainnya. Kalau kegiatan yang ada dulu itu bisa jadi upaya nguri-uri kebudayaan, saya kira baik-baik saja,” katanya. (udi/amd)

Purworejo