RADAR JOGJA – Pembibitan tanaman yang dikembangkan petani di Kecamatan Pituruh dan Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, membutuhkan perhatian pemerintah. Apalagi, bibit yang diproduksi tak hanya beredar di Purworejo. Bibit juga diedarkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Petani berharap pemerintah di tingkat kabupaten maupun pusat memberikan perhatian. Terlebih, tingkat kesejahteraan petani bibit belum terdongkrak. Petani hanya sebagai memproduksi bibit. Keuntungan terbesar justru diperoleh para spekulan atau tengkulak.

“Mereka yang mengambil ke kita dari mana-mana. Mereka yang mendapatkan keuntungan banyak,” jelas Supriyono, salah seorang petani bibit di Kecamatan Kemiri saat reses anggota DPR RI Vita Ervina di Purworejo kemarin (8/1).
Menurutnya, masih banyak kendala yang ditemui dalam pengembangan usaha pembibitan di Purworejo. Petani membutuhkan tempat khusus yang bisa dijadikan sentra pembibitan. Sebab, saat ini petani mengembangkan dan mencari terobosan sendiri untuk menjual produknya.

“Kalau ada semacam sentra khusus akan mempermudah akses petani dalam pemasarannya,” imbuh Supriyono.

Supriyono menambahkan, peran pemerintah sangat diperlukan untuk dalam mengatasi persoalan ini. Dia meminta ada infrastruktur yang mampu menunjang agar petani dapat lebih berdaulat. Khususnyam berdaulat dalam menentukan harga. “Keberadaan pasar akan mampu membuat harga di pasaran stabil,” katanya.

Vita Ervina mengaku senang dengan beragam masukan yang sesuai bidangnya di DPR RI yakni Komisi IV. Dia berjanji akan membawa aspirasi tersebut untuk disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan kementerian terkait.Hal ini agar petani Purworejo semakin berdaulat dan lebih sejahtera dengan dukungan infrastruktur dan penunjang lain.

“Banyak sekali masukan yang berhasil kami serap dalam reses ini. Tentu menjadi kewajiban saya untuk dapat mengawal aspirasi yang telah disampaikan tadi ke pemerintah pusat agar ke depan lebih diperhatikan lagi,” kata Vita. (udi/amd)

Purworejo