RADAR JOGJA – Jalan alternatif menuju ke melalui wilayah Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, berpotensi terganggu. Tebing setinggi sekitar 50 meter yang berada di sekitar jalan tersebut rawan longor.

Tebing yang berada di tanjakan menikung tepatnya di Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, kondisinya relatif labil. Tebing ini pernah longsor saat turun hujan deras tahun lalu.

Saat ini terdapat rekahan di bagian atas tebing yang dulu longsor. Tercatat ada satu rumah yang masih didiami warga yakni Kemin, 69. Beberapa warga yang lain telah direlokasi setelah terjadi longsor sebelumnya.

Perangkat Desa Tlogoguwo Bambang Triono mengatakan, warga menyebut kawasan tersebut dengan nama Ngingas. Selama ini tempat tersebut memang rawan tanah bergerak. Sebelum mencapai tebing rawan, jalan yang ada di sana sering mengalami pergeseran tanah. Pemkab Purworejo lantas melakukan pengecoran jalan itu untuk memperkuat tanah.

“Tapi, sampai sekarang baik di jalan itu dan tebing yang ada itu, tetap rawan longsor. Karena di bagian atasnya sudah ada retakan,” tutur Bambang Selasa (31/12).

Dikatakan, beberapa warga memilih pindah dari tempat tersebut mengingat potensi ancaman yang ada. Namun, masih ada warga yang bertahan dan belum mau direlokasi. “Alasannya karena tidak memiliki tempat yang lain,” imbuh Bambang.

Pemerintah Desa Tlogoguwo mengaku tidak bisa berbuat banyak. Mereka menyerahkan penanganan Tebing Ngingas kepada Pemprov Jateng selaku penanggung jawab jalan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng.

Lebih jauh Bambang mengatakan, di titik rawan longsor telah dipasang alat deteksi longsor. Peralatan itu merupakan bantuan dari sebuah perguruan tinggi di Jogjakarta.

“Nanti kalau terjadi gerakan sedikit saja pada tanah itu, sirine akan berbunyi. Praktis kendaraan yang melalui kawasan itu akan ditahan sementara,” imbuh Bambang.

Dia menyebutkan, jika terjadi longsor maka bisa menimbulkan dampak besar. Itu mengingat tepat di bawah titik longsor terdapat saluran sungai kecil dan jalan. “Harapan kami, nanti tidak sampai terjadi longsor yang besar,” katanya. (udi/amd)

Purworejo