RADAR JOGJA – Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo memberikan joke-joke segar saat berada di Purworejo, Sabtu (13/12). Dia menyampaikan contoh-contoh yang mudah dicerna nalar untuk mengajak masyarakat peduli dengan program keluarga berencana (KB).

Lontaran-lontaran itu disampaikan Hasto saat memberikan sambutan dalam sosialisasi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)   bagi anggota Polri dan Bhayangkari  di Ruang Arahiwang, kompleks Kantor Bupati. Hadir dalam acara ini kepala BKKBN Jateng serta motivator KB dari unsur TNI dan Polri.

“Motor sekarang itu diluncurkan modelnya sudah seperti itu. Bagian belakangnya lebih tinggi dibanding depan,” kata Hasto. Dengan posisi lebih rendah, akan membuat penumpangnya harus menempel pada badan pengendara motor. Kondisi ini kalau digunakan untuk berpacaran jelas akan membuat kedua insan saling bersentuhan. “Belum lagi spionnya diarahkan pas di paha penumpangnya. Sangat berbahaya sekali,” kelakar Hasto.

Mantan bupati Kulonprogo ini mengaku dirinya lebih senang dengan model kendaraan Vespa seperti zaman dulu. Dengan jok terpisah antara depan dan belakang, masih dilengkapi dengan pegangan.

“Kalau Vespa akan lebih aman karena tidak mungkin menempel. Malah bisa ditambah dengan barang di bagian tengahnya. Ini aman sekali,” tutur pria humoris yang berlatar belakang dokter kandungan ini.

Dikatakan, anak-anak muda saat ini memang bisa dikatakan dipermudah untuk saling menjalin hubungan. Menyikapi kondisi itu, masyarakat atau orang tua diajak untuk peduli sehingga terjadinya hubungan pranikah atau pernikahan dini bisa ditekan. “Kalau perempuan ya hindari sentuhan. Laki-lakinya juga harus bisa menahan pandangan,” tambah Hasto.

Selain membahas permasalahan pernikahan dini, ia juga mengajak agar masyarakat peduli dengan gizi. Permasalahan stunting yang sedang ramai dibicarakan saat ini, terjadi karena rendahnya asupan gizi sejak anak dalam kandungan.

“Satu penyebab terjadinya stunting adalah jarak kelahiran yang terlalu dekat. Idealnya jarak kelahiran anak adalah 36 bulan,” kata Hasto.

Selama ini yang terjadi di lapangan, anak yang menderita stunting adalah anak kedua. Ini beralasan karena jarak yang ada amat pendek. “Banyak sebab, katakan karena kebobolan atau lainnya,” tambah Hasto.

Selama berada di Purworejo, selain menghadiri sosialisasi juga mengunjungi Puskemas Dadidrejo yang berlokasi di dekat Stasiun Wojo Bagelen. Dalam kesempatan itu dilakukan pemasangat alat KB bagi warga dari dua kabupaten, yakni Purworejo dan Kulonprogo.

Usai sosialisasi, Hasto juga mengukuhkan ayah dan bunda Generasi Berencana tingkat Kabupaten Purworejo. Bupati Purworejo Agus Bastian dan istrinya Fatimah Verena Prihastyari dikukuhkan sebagai ayah dan bunda. (udi/laz)

Purworejo