PURWOREJO – Hari kedua penerimaan peserta didik baru (PPDB) jauh lebih lengang. Orang tua memilih mendaftarkan lebih awal di hari pertama ataupun menunggu waktu yang tepat untuk memantau pergerakan nilai.

Di SMPN 2 Purworejo tidak tampak aktivitas yang menonjol. Petugas terlihat lebih santai. Namun, mereka tetap berjaga hingga batas waktu penutupan pendaftaran, pukul 12.00.  Dari data yang ada, tercatat sudah ada 247 calon siswa yang mendaftar. Di hari pertama tercatat ada 228 siswa. Jadi, hanya 19 calon siswa yang memasukkan berkas pendaftaran.

Ketua PPDB SMPN 2 Purworejo Sukamto menuturkan, nilai terendah yang sudah memasukkan pendaftaran adalah 23,8. Nilai ini dimiliki siswa di zona 1 (Kecamatan Purworejo, Kaligesing, dan Banyuurip).

Sedangkan untuk kuota 20 persen bagi zona utama yang terdiri dari Kelurahan Purworejo, Sindurjan, dan Baledono. Zona itu sudah terpenuhi 45 anak. Nilai yang ada bervariasi dari yang tertinggi 26,54 dan terendah 14,60.  “Ada enam yang nilainya di bawah 20. Dan mereka semua sudah terverifikasi dan sesuai ketentuan yang ada diterima,’’ tutur Sukamto.

Menilik dari nilai terendah sesuai zona 1 yakni 23,8, tercatat ada 18 calon siswa dari zona utama yang sebenarnya bisa bertarung di zona pilihan.”Kami sempat menanyakan kepada orang tua, kenapa dengan nilai yang sudah tinggi masih harus ikut berjuang di zona utama. Jawaban mereka karena wong ada kesempatan kenapa tidak dimanfaatkan,” tutur Sukamto.

Panitia yang lain, Bambang Susilo mengungkapkan dibandingkan tahun sebelumnya dengan sistem penerimaan yang berbeda, nilai yang diterima tahun ini memang jauh lebih rendah. Tahun lalu, anak-anak yang masuk masih memiliki nilai lumayan baik.  “Ini menjadi tantangan bagi kami untuk bisa mengangkat prestasi anak. Nantinya juga tidak ada pembedaan perlakuan bagi anak yang sudah masuk,” kata Bambang.

Kepala SMPN 2 Purworejo, Yosiyanti Wahyuningtyas mengatakan pihaknya siap bekerja keras dan tidak akan membedakan perlakukan atau pemberian pendidikan kepada anak dari zona utama maupun pilihan dan lainnya. “Mereka juga berhak atas semua yang ada di sekolah ini,” kata Yosi.

Terhadap anak-anak yang memiliki nilai rendah dari zona utama pun pihaknya tidak akan secara khusus mengundang orang tua. Pihaknya hanya meminta semua orang tua memberikan dukungan dan pendampingan yang baik bagi anak selama mereka belajar.  “Anak-anak, katakan nanti yang kurang (bisa mengikuti) ini menjadi tanggung jawaban guru wali kelas dan BK (bimbingan konseling),’’ jelasnya.

Hanya saja, pihaknya belum berencana memberikan tindakan khusus kepada anak. Harapannya, yang sudah masuk ke SMPN 2 akan terpacu seluruhnya menuju kepada prestasi.  “Pola PPDB kali ini memang menjadi tantangan kami. Kami juga harus bisa menunjukkan kami pun mampu, kami qualified untuk mendidik dan memberikan pendidikan terbaik. Serta prestasi SMPN 2 Purworejo tetap terjaga,” imbuh Yosi. (udi/din/zl)

Purworejo