PURWOREJO – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Purworejo masih didominasi manusia atau human eror. Walaupun ada peingkatan kejadian lalu lintas jika membandingkan angka di tahun 2017 dan 2018, namun untuk korban jiwa yang ditimbulkan menurun jauh.

Polres Purworejo tahun ini menargetkan bisa menurunkan angka kejadian dalam Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018. Polres Purworejo akan menurunkan 85 personelnya. Diharapkan angka kejadian bisa menurun tajam dibandingkan operasi yang sama dalam Operasi Simpatik Candi. “Tahun 2017 ada 21 kejadian dan korban jiwa lima orang,” kata Kasatlantas Polres Purworejo AKP Nyi Ayu Fitria Facha, Senin (29/4).

Sedangkan tahun lalu ada 26 kejadian namun tidak ada satupun korban jiwa. Yang meningkat adalah korban luka ringan yang mencatat ada 29 orang pada 2018 dan 26 di 2017. Dlam operasi kali ini, masih menitikberatkan pada tindakan preentif ataupun preventif. Kisarannya sampai 80 persen dan sisanya baru represif atau tindakan pelanggaran. “Berbagai langkah sudah dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Salah satunya turun ke sekolah SMA/SMK yang melibatkan Patwal atau Dikyasa,” jelasnya.

Meskipun turun ke sekolah dan melakukan pemeriksaan, selama ini pihaknya hanya melakukan teguran. Diharapkan siswa sekolah yang membawa motor dan terindikasi melakukan pelanggaran diberikan teguran agar melengkapi kendaraannya.  “Kami turun ke sekolah karena sudah ada MoU dengan sekolah-sekolah,” tambahnya.

Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong mengungkapkan, pihaknya memang berusaha menurunkan angka terjadinya kecelakaan. Hanya saja upaya menonjolkan terjadinya laka tidak dilakukan dengan kesengajaan. “Kalau memang zero ya, kita tidak akan ngarang-ngarang,” kata Kapolres.

Dia meminta masyarakat agar mematuhi aturan yang ada dan saat membawa kendaraan haruslah lengkap. Rencananya kegiatan ini sendiri akan dilakukan selama dua pekan. (udi/din/er)

Purworejo