PURWOREJO – Kerajinan berbahan bambu aneka bentuk dipajang rapi di bagian belakang Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo, Senin (29/4). Setidaknya ada enam model yang berbentuk perahu, miniatur rumah, tempat lampu serta tempat minuman. Garapannya cukup rapi dan orang akan mengira jika itu hasil kreativitas perajin.

Namun siapa sangka, kerajinan itu merupakan hasil tangan penghuni Rumah Tahanan Kelas IIB Purworejo. Kerajinan itu untuk menyemarakkan peringatan Hari Permasyarakatan ke-55 yang digelar pihak rutan di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Selain ada kerajinan bambu, dipajang pula sofa dan tempat tidur serta lainnya.

Kepala Rutan Kelas IIB PurworejoLukman Agung Widodo mengungkapkan memang dirinya mendorong warga binaan memiliki ketrampilan untuk peningkatan keterampilan mereka. Diharapkan dari berbagai pelatihan yang diikuti akan menjadikan warga binaan lebih siap saat berbaur dengan masyarakat luas saat bebas. “Ada banyak kegiatan yang kita lakukan dan disesuaikan dengan bakat serta minat warga binaan. Alhamdulillah sebagian sudah menemukan pola dan bakat yang akat ditekuni,” kata Lukman Agung.

Sekda Purowrejo Said Romadhon mendukung langkah Rutan memberikan banyak pelatihan bagi warga binaannya. Hal ini perlu terus dikembangkan dan melibatkan beberapa unsur yang memiliki program pelatihan. Yang sudah dilakukan Rutan Purworejo itu seperti amanat dalam UU No 12 tahun 1995 tentang Permasyarakatan dimana warga binaan bisa memperbaiki diri dan bisa diterima kembali di masyarakat.

Dengan adanya bekal ketrampilan akan menjadi modal bagi wabin sehingga mereka nantinya bisa memiliki gantungan hidup dari kemampuannya mengembangkan ketrampilan. Selain itu juga menjadi modal bagi keluarganya untuk kembali pada kehidupan yang normal dan bertanggung jawab.

Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah Marasidin Siregar mengatakan, penghuni rutan di Jawa Tengah amat besar. Dari kapasitas 8.487 orang, kini dihuni setidaknya 13.589.  “Dari jumlah yang ada itu, sekitar 40 persennnya merupakan kasus narkoba,” kata Marasidin. (udi/din/er)

Purworejo