Pengelola yang lain, Setiyo, 43, mengaku warga memiliki tim pengelola jembatan secara khusus. Mereka memiliki kewajiban berada di sekitar jembatan untuk memandu penggunanya, karena jembatan hanya bisa digunakan secara bergantian.

“Kalau dipaksakan sebenarnya bisa. Tapi kadang memunculkan goyangan yang kuat dan itu membuat masyarakat takut,” jelasnya.

Dari adanya kotak sukarela, pengelola bisa melakukan beberapa penambahan sarana jembatan seperti senderan jalan, pagar pengaman dan penerangan jalan. Untuk pemasangan pagar jembatan sendiri, pengelola harus mengeluarkan dana sekitar Rp 6 juta.

“Uang dari masyarakat ini kami kembalikan lagi ke masyarakat melalui fasilitas keamanan yang lain. Tujuannya ya agar mereka merasa aman dan nyaman melalui tempat ini,” ungkapnya.

Disinggung upah kepada setiap penjaga, Setiyo mengatakan jika petugas yang berjaga memiliki hak 30 persen dari pendapatan kotak per harinya. Karena sukarela, pendapatan dari kotak tidak bisa dipastikan besarannya.

“Itu sudah disepakati bersama. Tapi biasanya yang dibawa pulang petugas jaga setara dengan upah yang mereka terima kalau kerja normal dalam satu hari,” tandas Setiyo. (udi/dem)

Purworejo