RADARJOGJA.CO.ID-Jembatan gantung di Desa Borowetan, Kecamatan Banyuurip, Purworejo, menjadi andalan warga untuk menyeberangi Sungai Bogowonto. Dikelola dengan baik, hingga akhir Januari 2017 ini, memiliki kas lebih dari Rp 40 juta. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 70 meter dan lebar 1,5 meter tersebut kini disebut dengan jembatan pelangi. Nama itu diberikan masyarakat karena adanya cat yang menempel di pagar pembatas jembatan dan berwarna-warni.

“Tidak tahu yang mengawali siapa, sekarang orang sering menyebut jembatan ini dengan jembatan pelangi dibanding jembatan Borowetan,” kata penjaga jembatan, Fatkhul Munif, 40 tahun.

Ya, jembatan yang dibangun atas swadaya warga dan bantuan warga negara Swiss, Toni Ruttimann, pada tahun 2013 itu baru saja dicat. Dengan cat dasar berwarna biru untuk dasar jembatan dan tiang pancang, pengelola memberikan cat warna-warni untuk pagarnya yakni warna merah, putih, hijau dan kuning.

Dijelaskan Munif, pemberian cat warna warni itu atas usul mantan Kepala Desa Borowetan Haryoko Seputro yang sebenarnya tidak ditentukan warnanya. Pemilihan warna dilakukan sendiri oleh pengelola jembatan yang diketuai Haji Tukiyo.

“Pengecatan memang memiliki dua tujuan yakni menjaga keawetan pagar dan mempercantik jembatan,” tutur Munif.

Adanya pagar di jembatan gantung itu merupakan kepedulian dari warga untuk memberikan rasa nyaman bagi penggunanya. Pembeliannya menggunakan dana sukarela yang diberikan warga melalui kotak yang disediakan di pinggir jembatan.

“Adanya kotak ini memang sangat membantu merawat jembatan. Karena terus terang biaya perawatannya cukup tinggi. Kami harus rutin melakukan pengecekan baut, karena harus segera diganti kalau memang aus,” tambah Munif.

Purworejo