BUDI AGUNG/RADAR JOGJA
AMANAT: Pelantik kepengurusan Perkumpulan Peternak KambingKaligesing Nasional (Perkanas) di Hotel Suronegaran, Purworejo,
kemarin (24/4).

Tuntut Pemerintah Daerah untuk Lebih Peduli

Ini adalah satu-satunya kambing asli
Indonesia. Di adalah Kambing dari Kaligesing, Purworejo. Jenis kambing ini sangat istimewa. Apa kendala pengembangannya?
BUDI AGUNG, Purworejo
Ya, jenis kambing lokal ini ternyatabelum dioptimalkan sebagai salah satu kekhasan daerah. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Purworejo dinilai masih belum peduli terhadap keberadaan kambing ini. “Sangat disayangkan bupati tidak menghadiri rakernas ini. Padahal, ini potensi Purworejo yang harus juga diperhatikan,” kataKetua Panitia Rakernas sekaligus Humas dan Organisasi Perkumpulan Peternak Kambing Kaligesing Nasional (Perkanas) Khusaeri di sela-sela Rakernas Perkasnas I di Hotel Suronegaran, Purworejo,
kemarin (24/4).

Menurutnya, Purworejo memiliki pusat transaksi kambing terbesar yang digelar setiap Sabtu di Pasar Desa Pandanrejo, Kecamatan
Kaligesing. Namun fasilitas yang ada masih memprihatinkan. “Pasarnya kalah dengan yang di Jawa Timur. Padahal peminatnya sangat tinggi. Ibaratnya pasar internasional tapi fasilitasnya lokal,” ungkap peternak dari Blitar, Jawa Timur ini.

Menurutnya, Purworejo seharusnya bisa lebih mengoptimalkan keberadaan Kambing Kaligesing sebagai salah satu aset daerah yang bisa menjadi penyumbang pendapatan asli daerah. “Jika semua terkelola dengan baik, apalagi sekarang ada Perkanas, ini amat menguntungkan bagi Pemerintah Purworejo sebagai upaya untuk mengangkat citra
daerah,” tambahnya.

Sebagai warga luar Purworejo, Khusaeri tidak ingin, pusat perkembangan peranakan Kaligesing berpindah daerah karena perkembangan kambing sejenis di beberapa wilayah sudah baik. “Ini harus disikapi dengan
baik. Jangan sampai identitas ini lepas,” katanya.

Ketua Perkanas Sumaryanto dari Loano, Purworejo mengatakan Perkanas merupakan perhimpunan legal berdasar Kementrian Hukum dan HAM. Kambing Kaligesing sendiri telah ditetapkan sebagai galur murni melalui SK Menteri Pertanian Nomor 2591/kpts/pd.400/7/2010 tentang penetapan galur Kambing Kaligesing. “Adapun kegiatan rakernas pertama di Purworejo dikarenakan Purworejomerupakan tempat asal Kambing Kaligesing. Rencananya kantor pusat juga
akan di Purworejo,” imbuh Sumaryanto.

Mengenai tujuan utama adanya Perkanas, adalah untuk melestarikan galur
murni Kambing Kaligesing sebagai produk unggulan bangsa Indonesia. “Ini juga sebagai wadah silaturahmi, pendidikan, peningkatan SDMpeternak dalam upaya menuju kemandirian peternakan,” tambahnya.

Totok Sugiarto, salah satu pengurus menambahkan adanya rakernas sebagai langkah awal untuk menyelamatkan populasi Kambing Kaligesing menghadapi pasar bebas Asia atau MEA. Beberapa jenis kambing impor
selama telah masuk ke Indonesia, walaupun secara kualitas masih kalah dibanding Kambing Kaligesing. “Ekspor Kambing Kaligesing masih distop. Tapi ini tidak masalah karena kami tengah menyusun beberapa agenda ke depan, salah satunya mendorong munculnya SNI untuk
Kambing Kaligesing. Karena SNI yang ada saat ini untuk PE. Padahal itu masih di bawah standar Kambing Kaligesing,” ungkapnya.

Totok berharap adanya Perkanas akan mendapat perhatian dari pemerintah
dari pusat hingga daerah, utamanya Pemkab Purworejo agar keberadaan Kambing Kaligesing tetap terjaga.

“Ada kendala lain di lapangan yakni masyarakat masih kurang bisa menangkap peluang. Ini akan kami bangun sehingga Kambing Kaligesing itu tetap ada dan tidak hilang,” tambah Totok Sugiarto (din)

Purworejo