BUDI AGUNG/RADAR JOGJA
DARURAT : Seorang warga hendak melalui batang kayu pinus di DesaSomoleter yang dimanfaatkan sebagai jembatan darurat.
PURWOREJO-Warga Desa Somoleter, Kecamatan Bruno, Purworejo terpaksa membuat jembatan darurat dari kayu pinus di atas Sungai Wadas. Jembatan lama putus diterjang banjir yang terjadi pada Rabu (7/4).

Kepala Desa Somoleter Wagino mengatakan jembatan ini menjadi akses utama warga Somoleter untuk keluar dari desa. Praktis akibat rusaknya jembatan menjadikan masyarakat terisolasi. “Masyarakat harus turun ke sungai untuk menyeberang,” ujar Wagino.

Akibat putusnya jembatan tersebut, selain Somoleter yang terdampak, warga desa lain juga terdampak. Antara lain Desa Blimbing dan Puspo di Kecamatan Bruno, Desa Girijoyo di Kecamatan Kemiri. “Selama ini warga Girijoyo yang memanfaatkan jembatan Somoleter, jika mereka hendak ke Kecamatan Bruno atau ke Kabupaten Wonosobo. Rusaknya jembatan juga menggangu aktivitas anak sekolah yang belajar di Kecamatan Bruno,” ungkap Wagino.

Jembatan putus berukuran panjang dua meter, dengan lebar sepanjang penampang jalan yakni tiga meter. Bagian aspal jembatan hanyut masuk sungai. Sedangkan fondasi salah satu sisinya ambrol.

Jembatan ini terletak di jalan kabupaten.Warga sendiri tidak mungkin mampu untuk melakukan perbaikan jembatan karena biayanya cukup besar. “Kalau dibebankan kepada warga tidak mungkin. Selain tidak mampu, itu juga kewenangan kabupaten,” kata Wagino.

Camat Bruno Wasit Diono mengatakan jika pihak desa telah melaporkan kejadian itu ke kecamatan yang langsung diteruskan ke pemkab. Laporan tertulis meminta pihak terkait segera melakukan perbaikan jembatan tersebut. “Jalan tengah yang ditempuh adalah BPBD bersama dengan masyarakat membangun jembatan darurat dari kayu sebelum dilakukan perbaikan permanen,” kata Wasit. (cr2/din)

Purworejo