BUDI AGUNG/RADAR JOGJA
PURWOREJO-Potensi pendapatan yang tertahan dari pajak kendaraan bermotor (PKB) di Kabupaten Purworejo mencapai Rp 5.537.580.700.

Angka tersebut merupakan akumulasi tunggakan pajak atau piutang dari tahun 2011-2015yang tercatat di Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD).

Kepala UP3AD Purworejo Ollyk Hendrarjanto mengatakan, di wilayah ini tercatat sebanyak 198.000 lebih kendaraan bermotor dari berbagai jenis. Yakni roda dua, empat atau lebih. Dan dari jumlah itu, 40.905 di antaranya masihmemiliki tunggakan pajak. Di dalamnya terdapat pula kendaraan-kendaraan milik pemerintah.

UP3AD Purworejo telah melakukan serangkaian upaya untuk menyelamatkan pajak yang tertahan. UP3AD Purworejo atau Samsat Purworejo melayani 13 dari 16 kecamatan yang ada di Purworejo. Tiga kecamatan yakni Bagelen, Ngombol dan Purwodadi dilayani UP3AD di Bagelen. “Jadi kalau ditotal potensi pajaknya lebih banyak dibandingkan yang disebutkan,” ujarnya kemarin (8/4).

Menurut Ollyk, tahun 2015 lalu, salah satu upaya untuk mengajak masyarakat membayar pajak kendaraannya adalah dengan memberikan pembebasan denda. Kebijakan itu diberlakukan untuk kendaraan yang telat membayar pajaknya lebih dari dua tahun. Tahun ini, penghapusan nilai denda kembali dibebankan kepada masyarakat jika belum melakukan pembayaran. “Untuk tahun ini, yang diberikan adalah pembebasan biaya balik nama kendaraan bermotor dari luar provinsi,” jelasnya.

Ollyk mengatakan, anggota PKK diberikan tugas untuk memberikan surat tagihan pajak kepada masyarakat yang memiliki kendaraan tapi dalam catatan UP3AD masih menunggak. Mereka akan diberikan tugas untuk mengajak kepada wajib pajak segera menyelesaikan kewajibannya. “Dalam surat pemberitahuan dicantumkan besaran pajak 1 tahun wajib pajak,” jelasnya.

Menurutnya, program ini akan dilakukan di Kecamatan Banyuurip dan Kutoarjo. Selanjutnya akan disusul kecamatan yang lain. “Untuk satu kecamatan kami menargetkan selesai satu bulan. Sehingga waktunya nanti masih memungkinkan untuk kecamatan-kecamatan yang lain,” tambah Ollyk. (cr2/din/ong)

Purworejo