BUDI AGUNG/RADAR JOGJA
LEBIH CEPAT: Petani di Dukuhdungus, Grabag, sedang mencoba alat pertanian saat digelar pelaksanaan demo alat pascapanen kemarin.
PURWOREJO-Rendahnya regenerasi petani menjadi keprihatinan Pemprov Jawa Tengah (Jateng). Banyak kaum muda memilih bekerja di sector nonpertanian mengakibatkan budidaya pertanian sering terhambat.

Nah, menyikapi itu Pemprov Jateng menggelontorkan sejumlah alat pertanian modern. Langkah ini juga menyikapi semakin sulitnya mendapat tenaga kerja saat musim panen. Sebanyak 554 unit akan dibagikan untuk 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Alat yang akan diberikan adalah combine harvester atau mesin padi otomatis,” kata Kepala Bidang Usaha Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Jateng Iman Budiyanto di sela demo alat pasca panen di Dukuhdungus, Grabag kemarin (23/3). Selain memudahkan petani saat panen, keberadaan peralatan modern ini
diharapkan akan meningkatkan hasil pertanian.

Menurutnya, Dinas Pertanian Jateng mengadakan kompetisi produsen combine harvester. Enam perusahaan mendemokan panen padi dengan peralatan yang mereka buat. Pelaksanaannya dilakukan bersamaan dengan bintek penanganan pascapanen yang diikuti petugas pertanian seluruh kabupaten. “Mereka akan melihat efektivitas mesin panen. Sehingga bisa menentukan alat mana yang cocok diaplikasikan,” terangnya.

Distribusi peralatan- peralatan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Adapun parameternya meliputi kondisi tanah, kontur sawah sampai semangat kelompok tani penerima. “Gubernur ingin bantuan itu betul-betul tepat sasaran dan tepat guna,” kata Iman. (cr2/din/ong)

Purworejo