RADAR JOGJA – Gagasan Ketua Umum Partai Gelora Anis Mata yang ingin menjadikan Indonesia masuk dalam lima besar dunia mendapat dukungan dari Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Karena beberapa indikator yang disampaikan dari Anis Mata terdapat di Bantul.

“Bantul ini layak jadi lokus gagasan Anis Mata yang ingin menjadikan Indonesia lima besar dunia,” kata Halim saat menyambut kedatangan Anis Mata dan jajaran dewan pimpinan nasional (DPN) Partai Gelora di Coday Coffee di Banguntapan, Bantul, Sabtu (13/11). Halim mengatakan, Badan ekonomi kreatif (Bekraf) pada 2017 menetapkan Kabupaten Bantul sebagai kabupaten kreatif kriya terkuat di Indonesia.

Selain itu, di Bantul juga terdapat banyak obyek wisata baru yang justru dikembangkan oleh anak muda. Yang dikenal sebagai Community Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis masyarakat. Diklaim jumlahnya merupakan yang terbesar di DIJ. Konsep penguatan UMKM yang digaungkan Anis Mata pun disambutnya. Karena jadi salah satu cara meningkatkan wirausaha. “Harapan kami Bantul bisa jadi kabupaten wirausaha terkuat di Indonesia,” ungkapnya.

Anis Mata sendiri menyebut, Indonesia sebagai negara besar dengan logistik sangat besar dengan sendirinya memunculkan pasar domestik yang juga sangat besar. “Saya melihat seharusnya UMKM menjadi pilar  utama ekonomi Indonesia,” kata dia.

Anis yang hadir bersama Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Mahfudz Siddiq serta jajaran DPN lainnya, mengatakan, saat ini UMKM terkesan kurang memperoleh dukungan pengetahuan dan teknologi, investasi maupun infrastruktur. Padahal UMKM adalah faktor pembeda Indonesia dengan negara-negara lain di dunia.

Menurut dia, pada umumya kelompok kelas menengah di negara-negara maju dibentuk oleh kaum profesional tetapi yang terjadi di Indonesia kelas menengah itu justru muncul dari bawah. “Di sini kelompok kelas menengah kita dibentuk oleh pelaku UMKM. Itu yang membuat kelas menengah kita kuat,” tandasnya.

Kelas menengah itulah menjadi bidang garapan Partai Gelora. Mereka  diajak berkolaborasi melalui konsep pemberdayaan demi kemajuan bersama. “Kita ubah hubungan politik selama ini, dari pemberi dan penerima menjadi kolaborasi dan pemberdayaan. Kita perkenalkan konsep Partai Gelora untuk memperkuat posisi pelaku UMKM dalam struktur ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu Ketua DPW Partai Gelora DIJ Zuhrif Hudaya mengungkapkan Indonesia punya potensi yang besar untuk pengembangan industri kreatif dan digital. Jogja sebagai salah satu kota pendidikan dan budaya, lanjutnya, harus bisa menjadi lokomotif industri kreatif dan digital. “Partai Gelora sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan sektor ini dan selama ini telah menjalankan beberapa program yang dapat menjadi pendorong pertumbuhan industri kreatif,” terangnya. (pra)

Politik