RADAR JOGJA – Sayap Partai Ummat, Permata Ummat menargetkan bisa menarik banyak kader perempuan. Termasuk berkontribusi pada perolehan suara Partai Ummat. Meski baru kurang lebih sebulan, sudah 23 kepengurusan DPW yang terbentuk. Terakhir dilantik kepengurusan DPW Permata Ummat DIJ.

Ketua DPP Permata Ummat Euis F Fatayaty mengatakan pihaknya memasang target menyumbang 25 persen suara Partai Ummat saat pemilu nanti. Euis mengatakan walau sebagai sayap partai, namun Permata Ummat merupakan kekuatan utama partai ini. Jaringan perempuan yang selama ini telah dibangun para anggotanya menjadi modal utama Permata Ummat guna mengumpulkan dukungan suara.

“Kalau perolehan suara Partai Ummat 10 juta, 2,5 jutanya merupakan perempuan,” jelasnya usai melantik kepengurusan DPW Permata Ummat DIJ di kantor DPW Partai Ummat DIJ di Ngeksigondo, Kotagede, Sabtu (6/11).

Euis menyebut, meski baru kurang lebih sebulan, DPW Permata Ummat telah terbentuk di 23 provinsi. Ditargetkan kepengurusan bisa dilantik di semua provinsi di Indonesia.

“Untuk jumlah pengurus yang ada saja sudah sekitar 400-an,” katanya.

Ketua DPW Permata Ummat DIJ Siti Muslichatun menambahkan, alasan dirinya bergabung karena merasa lebih nyaman berada di Permata Ummat. Apalagi organisasi perempuan ini sudah resmi terdaftar di KemenkumHAM. Artinya telah memiliki AD/ART.

“Alhamdulllah, wadah baru ini cocok. Saya memasukkan 22 orang pengurus harian ke Permata Ummat mudah sekali,” ujarnya.

Siti mengatakan Permata Ummat mewadahi simpatisan perempuan. Khususnya yang ingin mendukung Partai Ummat, namun tak mau masuk dalam kepengurusan partai.

Dia tidak menampik, banyak anggota Permata Ummat yang sama seperti dirinya, bergabung dengan sayap partai lain. Tapi, lanjut dia, banyak yang bergabung berasal dari bekas partai lain.

“Banyak juga yang sebelumnya berasal dari partai lain kini bergabung bersama kami,” katanya.

Ketua Umum DPP Partai Ummat, Ridho Rahmadi mengatakan Permata Ummat sebagai kaum ibu punya peran penting. Terutama dalam mengawal perjuangan Partai Ummat dari rumah sehingga lebih mengakar. Menurutnya kiprah ibu-ibu sangat aktif diberbagai macam kegiatan seperti pengajian dan lainnya.

“Kegiatan itu bisa dijadikan jalur jalur perjuangan untuk membantu umat untuk mewujudkan negeri yang baldatun tayyibatun warabbun Ghofur,” ujarnya. (om9/dwi)

Politik