RADAR JOGJA- Kisruh Partai Demokrat  di Jakarta membuat kaget pengurus daerah, termasuk DPD Partai Demokrat DIJ.  Isu kudeta dari sejumlah kader akan kepemimpinan Ketua Umum terpilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sesuai Kongres ke-V 2020 dinilai merupakan permainan kasar orang-orang yang ingin merusak nama partai tersebut.

Ketua DPD Partai Demokrat DIJ, Heri Sebayang mengatakan seluruh kader partai berlambang bintang mercy itu tetap solid di tengah isu kudeta. Semua pengurus di Indonesia disebut mendukung Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sesuai Kongres ke-V 2020. Anak buah Presiden Jokowi disebut bermain kasar dan kotor.

“Kami pastikan enggak ada pengkhianatan kader Demokrat. Kami kompak dan solid mendukung Ketua Umum AHY dan Ketua Majelis Tinggi Partai yang dijabat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” ujarnya Jumat (5/2).

Sebagai kader partai, Heri melihat upaya kudeta dan perebutan kekuasaan di partai Demokrat yang sekarang ini dilakukan oleh orang dekat Presiden Joko Widodo, Moeldoko terbilang kasar. Menurutnya, Demokrat sangat terbuka bagi siapapun yang ingin menjadi kader dengan mengajukan kartu tanda anggota (KTA).

Menurut Heri, bukti kesolidan seluruh kader partai untuk mendukung AHY dan SBY ditunjukkan ketika tak ada kader yang memenuhi undangan Moeldoko untuk bertemu di hotel. Namun ia mengakui mantan pengurus seperti Marzuki Alie berkoar-koar bahwa ada pengkhianatan di tubuh partai.

“Permainan mereka kasar dan wajar saja AHY berkirim surat langsung ke Presiden Jokowi. Pasalnya anak buahnya bermain kotor. Ini harus kami bongkar, sebab jika didiamkan akan berbahaya,” katannya.

Atas kondisi ini, Heri menyatakan kader di DPD dan DPC sudah menjalin komunikasi dan menyatakan akan melawan siapapun yang ingin mengganti Ketua Umum AHY di luar kongres dan pembikin kacau partai.  (sky)

Politik