RADAR JOGJA-Sejumlah Ketua PAC maupun ketua Ranting GP Ansor sekabupaten Sleman menghadiri kegiatan Pra Konferensi Cabang GP Ansor Sleman, di Pondok Pesantren Jauharul Aitaam, Konteng, Sumberadi, Mlati, Sleman, Minggu (13/12).

Kegiatan ini digelar dalam rangka persiapan Konferensi Cabang GP Ansor Sleman yang rencananya akan diadakan Minggu (20/12) mendatang dengan salah satu agendanya adalah penggantian kepengurusan termasuk pemilihan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sleman untuk masa khidmat empat tahun mendatang.

Ketua panitia kegiatan, Ahmad Ihsanuddin, mengatakan pada kegiatan ini dilakukan pembahasan tata-tertip persidangan, tatip pemilihan ketua cabang maupun sidang komisi. Diantaranya Komisi organisasi, komisi rekomendasi, komisi program kerja dan komisi kebanseran.

“Karena masih dalam situasi pandemi, pelaksanaan pra konversi cabang ini kita batasi. Yakni maksimal 50 peserta, sehingga yang hadir hanya 17 Ketua PAC. Sementara Ketua Ranging mengikuti kegiatan lewat aplikasi zoom atau secara online,” ujarnya.

Proses penjaringan ketua sendiri saat ini sudah mulai dilakukan. Dimulai dengan pembagian formulir, yang nantinya akan dikumpulkan pada H-3. Untuk selanjutnya dilakukan verivikasi oleh pihak panitia dan akan ditetapkan saat rapat pleno pada hari H Konvensi Cabang.

“Tentu saja sosok pemimpin yang kita harapkan adalah yang bisa menyatukan potensi Ansor dan NU. Memiliki program kerja yang sesuai keinginan Milenial, serta sesuai yang dibutuhkan masyarakat. Termasuk untuk menghadapi berbagai macam situasi dan kondisi seperti bencana dll,” katanya.

Sementara itu Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor DIY, Muhammad Syaifudin, mengatakan PW GP Ansor DIJ merupakan salah satu dari 7 Pimpinan Wilayah yang masuk dalam claster 1 di Indonesia. Dimana seluruh PW claster 1 tersebut, memiliki tugas utama untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan kewajibannya.

Khususnya ketika ada urgensi, seperti misalnya ketika ada bahaya bencana, situasi perang, persoalan kebangsaan dll.

“Seperti misalnya saat gempa bumi 2006 lalu, saat pemerintahan lumpuh, kita turun untuk bantu. Termasuk saat bencana erupsi gunung Merapi maupun situasi pandemi seperti sekarang ini. Kita terus aktif untuk membantu misalnya dengan melakukan penyemprotan disinfektan, membagikan masker, dll,” katanya. (sky)

Politik