RADAR JOGJA – Pilkada di tengah pandemi Covid-19 mewajibkan mengedepankan protokol kesehatan. Termasuk, kampanye yang berpotensi mengumpulkan masa banyak.

“Untuk itu, para calon dan tim sukses (timses) dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam melaksanakan kampanye,” kata Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Mada Sukmajati saat dikonfirmasi Radar Jogja, Selasa  (29/9).

Mada menyebutkan, secara umum jika bicara mengenai visi misi program yang ditawarkan oleh para calon, itu ada tiga startegi pilihan. Yakni, calon sudah memiliki visi misi program yang kemudian itu yang disosialisasikan ke masyarakat. “Sehingga, itu sifatnya lebih satu arah, karena visi misi program calon ini sudah tidak bisa diganggu gugat lagi,” katanya.

Kemudian, ada calon yang tidak memiliki visi misi program yang saklek. Artinya, justru calon lebih banyak mengandalkan pada masukan atau tuntutan dari masyarakat yang kemudian nanti diolah yang kemudian itu yang akan menjadi visi misi programnya.

Yang ketiga, gabungan. Yaitu, calon mungkin sudah memiliki gambaran besarnya saja tetapi detail-detailnya terkait visi misi program, masih bisa diperdebatkan atau masih bisa didiskusikan dengan masyarakat.  Pilihan kampanye itu sangat ditentukan oleh model mana dari ketiga model ini yang dipilih oleh para calon.

Dikatakan, dalam situasi pandemi seperti ini calon dan timses sangat dituntut inovasi dan kreativitasnya untuk memanfaatkan berbagai macam cara. “Kreativitas dan inovasi itu misalnya bisa, calon memanfaatkan radio untuk kemudian bisa tidak sekadar satu arah tapi juga berdialog dengan calon-calon pemilihnya itu,” ujar Mada.

Calon harus lebih kreatif dan inovatif saat pandemi ini, dengan berbagai media. Tidak hanya selalu medsos. Sebab, para calon dan timses itu harus memiliki kemampuan utnuk memetakan masyarakat mana yang nanti cukup dijangkau dengan radio, medsos, televisi, surat menyurat, dan sebagainya.

Saat disinggung mengenai kampanye tatap muka, Mada mengatakan, tatap muka juga masih bisa dilakukan. Yakni, dengan batasan-batasan atau regulasi yang sudah dikeluarkan KPU melalui PKPU. Tentang tata cara kampanye di masa pandemi dengan mengedepankan prokes. “Sebenarnya, momentum ini bisa menjadi ujian bagi calon dan timsesnya untuk kemudian mengembangkan kreativitas dan inovasi,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua KPU DIJ Hamdan Kurniawan memastikan semua tahapan pilkada sudah menerapkan prokes. Menurut dia, pilkada kali ini memang berisiko. Untuk itu dia mengajak para kandidat, partai politik hingga massa pendukung dan masyarkat untuk tetap disiplin menjalankan prokes. Untuk KPU sendiri, Hamdan menjamin sudah memprioritaskan prokes. “Semua petugas sudah dilengkapi APD lengkap bahkan juga melakukan rapid test,” ungkapnya. (cr1/pra)

Politik