GUNUNGKIDUL – Pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Gunungkidul berjalan kondusif. Yang lebih menggembirakan lagi, tingkat partisipasinya melonjak dibanding Pemilu 2014. Juga melampaui target yang dipatok Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul.

”Tingkat partisipasi Pemilu 2014 sebesar 76,89 persen. Sedangkan Pemilu 2019 naik menjadi 82,96 persen. Melebihi target kami yang ditentukan sebelumnya, yaitu 80 persen,” jelas Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani saat dihubungi, Minggu (12/5).

Hanya, diakui, pelaksanaan Pemilu 2019 tidak luput dari sejumlah permasalahan. Muaranya adalah digelarnya pemungutan suara ulang (PSU) dua TPS di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Panggang dan Gedangsari.

”Sekarang KPU Gunungkidul tinggal menunggu rekapitulasi tingkat pusat. Tingkat kabupaten sudah ditetapkan hasil perolehan suara peserta pemilu,” ujarnya.

Bupati Gunungkidul Badingah mengapresiasi tingginya partisipasi Pemilu 2019. Itu menunjukkan tingginya kesadaran warga Bumi Handayani untuk menyalurkan hak politiknya.

Badingah juga apresiatif terhadap peran KPU, Badan Pengawas Pemilu, kepolisian, dan TNI. Sebab, mereka sangat berperan terhadap jalannya pemilu yang aman dan kondusif.

”Situasi yang kondusif harus terus dijaga sampai kapan pun. Karena perbedaan pilihan bukan sebagai alat untuk memecah belah sehingga masyarakat tetap dapat bersatu hidup dengan damai, aman dan rukun,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Badingah juga berpesan agar seluruh pihak tak terpancing dengan berbagai isu provokatif.

”Siapa pun pemenang dalam pemilu harus didukung dan semoga mampu menjalankan tugas sesuai dengan janji kampanye,” tambahnya. (gun/zam/zl)

Politik