BANTUL – Kedatangan rombongan KH Ma’ruf Amin  disambut  seni hadrah oleh santriwati dan para pengasuh Pondok Pesantren Krapyak dan langsung berkunjung ke rumah KH Atabik Aly yang tengah terbaring sakit. Dia didampingi oleh Kyai Hilmi Muhammad,  Wakil Rois Suriah PWNU DIJ,  dan pengasuh PP Krapyak.

Saat berdialog di rumah kyai Atabik Aly didampingi Kyai Jirjiz Aly dan keluarga dekat. Setelah bersilaturahmi dengan KH Atabik Ali Maksum, dan berkunjung ke Nyai Ida Zainal Abidin dan selanjutnya bersama KH Najib Abdul Qodir.

Di dalam kunjungan ke PP Krapyak, Ma’ruf Amin memimpin doa bareng santri sebelum mengakhiri rangkaian silaturahmi bersama pimpinan Pondok Pesantren Krapyak.

Salah satu dosen UGM Prof Agus Pramusintho menyatakan kedatangan Kyai Ma’ruf Amin  ke Jogjakarta diharapkan mendengarkan harapan rakyat Jogjakarta.

Sebagai ulama besar, Kyai Ma’ruf Amin diharapkan mampu menginspirasi perguruan dan mahasiswanya agar pendidikan tidak saja mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melainkan juga melahirkan akhlak yg mulia. Pola pendidikan pesantren dan pendidikan modern bisa saling mengisi dan berkembang secara sinergis.

“Semoga KH Ahmad Maruf bisa menyerap menyerap aspirasi kami. Sebagai kota pendidikan, Pemerintah perlu memfasilitasi berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Jogjakarta agar pendidikan semakin berkualitas tetapi dengan biaya yang masih terjangkau,” kata Agus Pramushinto.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIJ Eko Suwanto yang turut mendampingi KH Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa sambutan masyarakat atas silaturahmi KH Ma’ruf Amin dengan tokoh dan masyarakat DIJ semakin mempertebal keyakinan bahwa Jokowi Ma’ruf Amin menang dalam Pemilu 2019. (kus/ila)

Politik