JOGJA – Pemilu adalah manifestasi kedaulatan rakyat, memilih pemimpin baik untuk presiden dan wakil presiden juga legislatif. Hak rakyat tidak boleh terganggu dan wajib terlayani hak pilihnya.

Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto menegaskan,rakyat Jogja bijak dan smart menghadapi Pemilu. Dia pun optimis Pemilu bisa diwujudkan tanpa adanya hoax atau ujaran kebencian selama masa berkampanye.

“Bagaimana Pemilu yang gembira, dan ceria bisa terlaksana. Ayo kita ciptakan suasana seperti saat menikmati kemenangan Asian Games,” ajak politikus dari PDI Perjuangan ini.

Eko mengungkapkan, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Aspek pertama edukasi, dengan pendidikan, Komisi A DPRD DIJ sudah menjalankan dengan literasi media sosial. Kedua dengan penegakan hukum, dan yang ketiga elit politik harus memberikan keteladanan.

“Ke depan, saat berkampanye bagaimana gunakan media sosial (medsos), jari-jari agar juga memiliki budi pekerti. Publik perlu diingatkan ada UU ITE, jika melakukan pelanggaran jelas ada ancaman pidana,” jelas anggota Fraksi DPRD DIJ PDI Perjuangan Dapil Kota Jogja saat dialog Aspirasi Rakyat Jogja Istimewa, Jumat (28/9).

Eko menambahkan, jika menemukan ujaran kebencian atau hoax, silakan polisi bekerja saat ada yang melanggar atau lakukan ujaran kebencian. “Kami berikan dukungan Polri, KPU, dan Bawaslu menindak agar pemilu berjalan sesuai aturan,” kata alumnus MEP UGM Eko Suwanto ini.

Sementara itu, Humas Polda DIJ AKBP Yulianto menjelaskan, terkait dengan pemantuan medsos kepolisian sudah memiliki patroli siber yang siap menjalankan fungsi.

“Saat ini tiap Polda sudah bisa saling berkontribusi untuk patroli siber. Kami berharap rakyat, juga kontestan peserta Pemilu dan calon legislatif bersama mendorong kampanye damai, tanpa ujaran kebencian,” kata AKBP Yulianto. (ila)

Politik