RADAR JOGJA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus bersinergi dengan berbagai dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan. Kali ini Kementan berkolaborasi dengan Dinas Pertanian serta Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Hal itu guna memastikan  ketersediaan, kebutuhan, serta harga komoditas pangan di wilayah tersebut.

Sebagai salah satu satgas pangan Kementan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) andil dalam pemantauan ketersediaan pangan di wilayah Pangandaran. Polbangtan YoMa menerjunkan tim pantau yang diketuai Wakil Direktur I Sujono. “Data hasil monitoring kami laporkan ke Polbangtan YoMa setiap minggu. Diteruskan ke Kementerian Pertanian untuk tindak lanjutnya, terkait ketersediaan 12 bahan pokok masyarakat,” jelas Sujono.

Kabid Pangan, Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Rusyana menyatakan siap berkoordinasi dengan petani untuk penyampaian data ketersediaan pangan di wilayahnya.

Adapun, pemantauan stok bahan pangan selama Ramadan dan Lebaran tak lepas atas instruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Mentan ingin memastikan ketersediaan bahan pangan aman. Sehingga diperlukan data yang akurat di lapangan. Supaya ketika terjadi kelangkaan bisa segera diantisipasi.  “Saya pantau terus perkembangan stok dan harga pangan pokok setiap minggunya. Semua pejabat saya harus turun ke lapangan. Untuk memastikan ketersediaan pangan sesuai dengan kebutuhan setiap daerah,” ungkapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan  Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi pun segera menindaklanjuti arahan Mentan dengan membentuk satgas pangan nasional. “Mereka bertugas memonitor dan melaporkan kondisi stok dan harga pangan. Jika ada data warna merah (rawan pangan), harus ada penyusunan strategi dan rekomendasi, serta treatment oleh pemerintah,” katanya. (yog)

Pertanian