RADAR JOGJA – Keterbukaan informasi publik menjadi komitmen Kementerian Pertanian. Terkait kebijakan maupun program dalam pembangunan pertanian. Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) sebagai unit pelaksana teknis Kementan turut berkomitmen dalam keterbukaan informasi publik.

Bahkan, para mahasiswa Polbangtan YoMa pun turut dilibatkan dan dilatih multimedia. Agar mereka lebih terampil dalam menyampaikan informasi ke publik melalui berbagai media. Baik media digital maupun cetak.

Hal itu sebagaimana arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) terkait keterbukaan informasi publik belum lama ini. SYL menegaskan, layanan dan akses data informasi publik sangat penting dalam pembangunan pertanian ke depan yang lebih maju, mandiri, dan modern. “Informasi publik itu awal lahirnya data penting sebelum dilakukan pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Bahkan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menyatakan bahwa  keterbukaan informasi publik merupakan sarana optimalisasi pengawasan masyarakat terhadap penyelenggara negara.

Adapun pelatihan multimedia diselenggarakan di Polbangtan YoMa Kampus Magelang pada 11-16 Oktober 2021. Kegiatan tersebut diikuti 35 mahasiswa semester 3 Prodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi bidang multimedia. Untuk diaplikasikan dalam penyuluhan peternakan. Sekaligus untuk mendukung teaching factory (TEFA) penyuluhan dan produksi multimedia.

Fasilitator dari CV Felix Focus Media Production dan Pixma Academy menyampaikan beberapa materi. Di antaranya, dasar-dasar multimedia, peralatan multimedia, pengetahuan sinematografi, teknik pembuatan script writing, teknik pengambilan gambar, dan praktik shooting video serta editing video. Selanjutnya dasar desain grafis, teknik dan praktik percetakan digital printing, offset printintg, dan sablon printing.

Wakil Direktur 2 Polbangtan YoMa Drs Akimi MM berharap, kegiatan peningkatan kompetensi mahasiswa bidang multimedia bisa menambah pengalaman dan pengembangan mahasiswa pada TEFA multimedia. “Tak hanya sampai di situ, apa yang diperoleh mahasiswa tentang multimedia juga bisa dibawa ke dunia industri untuk dipraktikkan secara langsung,” tuturnya.

Ketua Jurusan Peternakan Ir Sumaryanto MM menambahkan, pelatihan multimedia menjadi bekal bagi mahasiswa selama perkuliahan maupun produksi TEFA. Bahkan setelah mereka lulus dan menjadi penyuluh atau petani milenial.(yog)

Pertanian