RADAR JOGJA – Kementerian Pertanian (Kementan) tidak pernah berhenti menjawab tantangan global. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian terus dilakukan. Agar diperoleh SDM terbaik dunia pertanian.

Salah satunya melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) Kementan yang bekerja sama dengan Komisi IV DPR RI. Menyelenggarakan bimbingan teknis peningkatan kapasitas petani dan penyuluh Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Bimtek digelar di Kusuma Sahid Prince, Solo, Jawa Tengah, Senin (4/10/2021). Hadir pada acara tersebut Anggota Komisi IV DPR RI Luluk Nur Hamidah.

Turut hadir Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen Wikanto Joko Sutejo. Serta tak kurang 100 petani milenial dan penyuluh pertanian dari Sragen.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan, regenerasi pelaku pertanian harus terus dilakukan demi keberlangsungan dan kemajuan pertanian Indonesia. Sebab 70 persen lebih petani berusia tua. “Kami akan mencetak 2,5 juta petani milenial dan menjadikan mereka sebagai pengusaha agrobisnis andalan nasional dari berbagai kabupaten dan kota di tiap provinsi se-Indonesia,” ujar Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menambahkan, regenerasi petani yang telah dilakukan di antaranya dengan membentuk duta petani milenial (DPM) dan duta petani andalan (DPA). “Gunanya untuk menciptakan penguatan para milenial agar berwirausaha di sektor pertanian,” katanya.

Menurut Dedi, hal itu merupakan upaya-upaya mengajak generasi muda agar berkecimpung di dunia pertanian. Memberikan momentum pembangunan pertanian. Serta pengembangan SDM pertanian.

Bimtek Polbangtan YoMa IV mengambil tema “Agrosociopeneur dan Inovasi Produk Pertanian”.

Mewakili Polbangtan YoMa, Endra Prasetyanta mengatakan, sebagai lembaga pendidikan vokasi Kementerian Pertanian, institusinya berupaya mencetak lulusan agrosociopreuner yang unggul, berkarakter, profesional, dan inovatif untuk mendukung pembangunan pertanian.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Luluk Nur Hamidah mendukung penuh program Kementan dalam menciptakan petani-petani baru. Agar jumlahnya semakin banyak. Sehingga kekhawatiran krisis regenerasi petani bisa berakhir. “Ayo kita kolaborasi, menjadi unggul bareng, sukses bareng menekuni bidang pertanian,” ajaknya.

Sebagai narasumber, Direktur Inovasi DPN Gerbang Tani Yossy Suparyo menyatakan, masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi para petani.
Menurutnya, sektor pertanian bisa dioptimalkan jika petani bisa memanfaatkan berbagai peluang bisnis pertanian melalu inovasi produk dan menerapkan strategi bisnis seperti adopsi teknologi yang kreatif dan inovatif. “Pandemic is challenge. Tantangan pandemi. Sektor pertanian akan menjadi salah satu primadona bisnis, selain bisnis teknologi informasi dan medis,” ujarnya.

Narasumber lain, Shofyan Adi Cahyono mengatakan, the real agrosociopreneur sesungguhnya adalah para generasi petani baru yang mampu membangun kelembagaan dan jaringan usaha. “Juga mampu mengembangkan pertanian berbasis teknologi informasi atau digitalisasi, sehingga memiliki daya saing tinggi,” ucap CEO Sayur Organik Merbabu (SOM) itu.(yog)

Pertanian