RADAR JOGJA – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi menyatakan, upaya penguatan kapasitas duta petani milenial/duta petani andalan (DPM/DPA) dan petani milenial terus dilakukan melalui berbagai pelatihan. Terutama untuk peningkatan hardskill maupun softskill petani milenial melalui BPPSDMP.

Hal itu disampaikan Dedi saat mendampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada acara “Dukungan Kementerian Pertanian Bagi Petani Milenial” di Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis(9/9/2021).

Dedi mengatakan, saat ini dunia pertanian sangat terbuka untuk semua usia. Kendati demikian, dalam rangka regenerasi petani, Kementan telah mengintensifkan program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS). Termasuk di Cianjur. “Semakin muda semakin kuat, semakin energik, semakin kritis, makin apik kerjanya,” tuturnya.

Pertanian dengan semangat baru, tegas Dedi, harus diluncurkan. Seperti membangun perilaku baru dan behaviour anak muda untuk mendapatkan pendapatan yang jauh lebih baik dari bidang pertanian. “Bicara regenerasi petani, program YESS-lah solusinya. Bicara pertanian, generasi mudalah jawabannya,” tegas Dedi.

Sementara itu, Mentan SYL menuturkan, petani milenial saat ini tidak hanya berproduksi di ladang dan menghasilkan varietas baru. Tetapi juga sudah mampu melakukan pemasaran produk dengan baik. Serta mempersiapkan market yang terkoneksi secara digital. Bahkan menembus pasar ekspor.

Melihat tren tersebut, Mentan berharap, 71 persen petani tua di Indonesia ke depan secara perlahan bisa diorientasikan. Sehingga petani muda yang saat ini berjumlah 20 persen dapat semakin bertambah besar. “ Dalam 5 tahun kita akan mencetak 2,5 juta petani milenial,” ujar SYL optimistis.

Salah satu cara mencetak petani milenial dengan melakukan pelatihan wirausaha pertanian. Untuk meningkatkan kapasitas petani, terutama dalam upaya pengembangan usaha melalui akses kredit usaha rakyat (KUR) dari perbankan serta optimalisasi kegiatan agribisnis,” tutur Mentan.

Dalam kesempatan itu Mentan berterima kasih kepada Dirjen Tanaman Pangan yang dalam kesempatan ini memberikan bantuan bibit ubi jalar varietas lokal rancing 10.000 stek dan pupuk untuk P4S Bumi Mazarie. Juga bantuan untuk Kabupaten Cianjur berupa benih kedelai senilai Rp15.879.250.000, kacang tanah senilai Rp 113.100.000,00, kacang hijau senilai Rp 82.312.500,00, dan ubi kayu senilai Rp336.000.000.

Ucapan terima kasih Mentan juga ditujukan kepada Dirjen Hortikultura yang memberikan bantuan kawasan aneka cabai, bawang merah, pisang, kawasan tanaman obat, fasilitas pascapanen dan pengolahan cabai dan bawang merah, fasilitas pascapanen, dan pengolahan hortikultura lainnya, prasarana pascapanen produk hortikultura senilai Rp 2.851.663.000. Serta fasilitasi KUR dari Bank BRI, BNI, Mandiri, Jasindo, dan bank yang lainnya pada 2021 di Kabupaten Cianjur yang telah digelontorkan Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) sebesar Rp 131.837.020.000.

Secara khusus, Mentan juga mengapresiasi Dedi Nursyamsi selaku kepala BPPSDMP atas dukungan terhadap penumbuhan kewirausahaan untuk petani milenial dengan peningkatan kapasitas. Baik dalam bentuk pelatihan maupun pendidikan vokasi.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada saudara-saudara yang telah bekerja keras untuk meningkatkan kapasitas petani umumnya dan petani milenial khususnya. Serta menumbuhkembangkan pengusaha pertanian yang maju, mandiri dan modern,” tutur Mentan. “Yakinlah bahwa pertanian itu menguntungkan, juga penggerak ekonomi, menghadirkan nutrisi untuk keluarga. Bertani itu keren,” lanjutnya. (*/yog)

Pertanian