RADAR JOGJA – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah (BPTP Jateng) menyelenggarakan temu teknis hilirisasi teknologi dan inovasi badan penelitian dan pengembangan pertanian (balitbangtan) pada 4-5 Agustus 2021.

Acara yang dilaksanakan di aula SMKN 1 Bawen, Kabupaten Semarang, itu merupakan forum pertemuan antara peneliti/penyuluh balitbangtan dengan pengguna teknologi. Itu dalam rangka mengomunikasikan teknologi dan inovasi balitbangtan sebagai materi pertanian.

Secara khusus, temu teknis tersebut bertujuan menyosialisasikan teknologi budidaya ayam kampung unggul balitbangtan (KUB) dan pakan ternak kepada pendidik/guru pertanian dan penyuluh lapang/petugas pertanian.

Tiga delegasi dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) hadir pada acara tersebut. Mereka adalah Dr drh Wida Wahidah Mubarokah MSc, Abu Zaenal Zakariya SPt MSc, dan Dewi Pranatasari MSc.

Wida mengatakan, kerja sama antara BPTP dan Polbangtan sangat bermanfaat. Karena dari temu teknis itu akan didapatkan transfer informasi yang tentunya bisa dimanfaatkan dan diterapkan inovasi teknologinya berdasarkan riset yang lebih baik, berkembang, dan maju. “Khususnya inovasi budidaya ayam KUB dan pakan ternak,” katanya.

BPTP sebagai unit pelaksana teknis balitbangtan di daerah, melalui pelaksana fungsi informasi, komunikasi, dan diseminasi, diharapkan menjadi roda penggerak dalam mempercepat dan memperluas pemanfaatan berbagai inovasi pertanian hasil penelitian dan pengkajian oleh pengguna teknologi.

Kegiatan diseminasi adalah cara dan proses penyebarluasan inovasi teknologi hasil penelitian pengkajian kepada masyarakat atau pengguna teknologi untuk dimanfaatkan secara lebih luas.

Kepala BPTP Jateng Dr Ir Joko Pramono MP mengatakan, selain sosialisasi teknologi budaya ayam KUB dan pakan ternak, tujuan lain temu teknis tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pendidik/guru dan penyuluh lapang/petugas pertanian. Khususnya tentang budidaya ayam KUB dan pakan ternak.

Juga untuk menggali umpan balik/saran masukan tentang inovasi teknologi budidaya ayam KUB dan pakan ternak ruminansia. Serta strategi diseminasinya.

Inovasi teknologi ayam KUB menjadi kebanggaan tersendiri bagi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Bahkan, SYL memastikan kemanan semua produksi ayam sudah memiliki standar layak dan kualitas yang terjamin. “Pakan lokal untuk petelur juga tidak menggunakan jagung sebagai langkah menekan impor,” ujarnya saat berkunjung di Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Ayam KUB di Salatiga, Jawa Tengah.

Menurut SYL, penggunaan pakan lokal fermentasi untuk pertumbuhan mampu menekan biaya pakan sebesar Rp 1.100 kg dengan capaian bobot akhir 1,9-2,0 kilogram.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyatakan, hasil produksi ayam KUB kaya akan protein. “Protein hewani asal ternak memiliki posisi penting karena akan menentukan kualitas sumber daya manusia sebagai ‘agen perubahan’,” katanya.(*/yog)

Pertanian