RADAR JOGJA – Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) Bambang Sudarmanto hadir dan turut menyukseskan acara pembukaan kegiatan pelatihan petani milenial dan penyuluh pertanian di Jawa Tengah yang dipusatkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Temanggung, Jumat (6/8/2021).

Menurut Bambang, kegiatan di Jawa Tengah digelar di 20 Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) dan 543 BPP. “Kami mendukung penuh seluruh program Kementerian Pertanian mencetak sejuta petani milenial. Baik dari dalam maupun luar lingkungan kampus,” ujarnya.

Bambang mengatakan, Kementerian Pertanian bertekad mencetak sejuta petani milenial demi mewujudkan ketahanan pangan yang kuat di Indonesia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan, pelatihan petani milenial dan penyuluh pertanian merupakan salah satu program unggulan Kementerian Pertanian. Itu guna mewujudkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul, mandiri, dan modern dengan pendidikan dan pelatihan vokasi bagi petani, penyuluh, maupun generasi muda.

Dikatakan, sektor pertanian sangat strategis untuk ketahanan perekonomian bangsa dan negara. “Pertanian sangat menjanjikan dan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi bangsa dan rakyat,” tegasnya di sela pembukaan pelatihan petani milenial dan penyuluh pertanian serta pengukuhan dua ribu duta petani milenial dan duta petani andalan di Bogor, Jumat (6/8/2021).

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menjelaskan, kegiatan pelatihan petani dan penyuluh pertanian kali ini bertema pendampingan kredit usaha rakyat (KUR). Ada pula kegiatan pelatihan wirausaha.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan momentum yang sangat berharga untuk para petani, penyuluh, dan petani milenial. “Saat ini telah terdaftar lebih dari 1,5 juta peserta petani dan penyuluh. Serta dua ribu petani milenial atau berumur kurang dari 40 tahun,” ungkapnya.

Dedi mengatakan, pelatihan akan dilaksanakan secara bertahap hingga mencapai sejuta peserta dengan menggunakan fasilitas teknologi informasi di 5.789 BPP kantor kecamatan, balai desa, pos penyuluhan desa (Posluhdes), P4S, saung tani, dan lain-lain. “Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” tegasnya.

Kegiatan pelatihan melibatkan seluruh dinas pertanian provinsi/kabupaten/kota, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani), Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), P4S, serta Ikatan Keluarga Alumni Magang Jepang (Ikamaja).(*/yog)

Pertanian