RADAR JOGJA – Untuk meningkatkan kualitas Teaching Factory/Teaching Farm (TEFA), Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan studi banding ke Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Sabtu (26/5/2021).

Kegiatan tersebut juga diharapkan bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian dan pengelolaan TEFA di politeknik lingkup Kementan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, kegiatan itu sejalan dengan pengembangan SDM unggul melalui program Kampus Merdeka yang memberikan mahasiswa kesempatan untuk belajar kepada siapa saja. ‚ÄúTidak hanya kepada dosen, mahasiswa bisa belajar di mana saja. Misalnya di dunia industri atau dunia usaha (DUDI),” tuturnya.

Menurut SYL, bahan ajar bagi mahasiswa pun tidak hanya buku, tapi juga di lapangan. Karya mahasiswa tidak hanya akademik, tapi juga teknologi yang memecahkan masalah-masalah sosial.

Karenanya, pola pikir tersebut harus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Yakni, bagaimana melakukan upaya terbaik untuk meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing dan mampu menghadapi perubahan-perubahan yang bergerak cepat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengungkapkan, Kementan melalui politeknik atau pendidikan vokasi akan terus berupaya menghasilkan sumber daya manusia pertanian yang profesional, berjiwa wirausaha, dan berdaya saing tinggi. “Salah satu indikasi keberhasilan pendidikan vokasi Kementan adalah output atau alumninya dapat diserap oleh DUDI. Untuk itu kami menerapkan TEFA sebagai model pembelajaran dalam suasana sesungguhnya (tempat kerja, Red) untuk menumbuhkan kemampuan kewirausahaan peserta didik atau lulusan sesuai dengan kebutuhkan DuDi,” paparnya.

Melalui TEFA, lanjut Dedi, Kementan mengembangkan budaya kewirausahaan. Serta menumbuhkan kewirausahaan pada unsur-unsur satuan pendidikan dan peserta didik dengan tetap menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan vokasi untuk mengoptimalkan faktor-faktor produksi.

Saat ini, melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) telah terjalin kerja sama antara politeknik lingkup Kementan dengan DUDI. Yang penerapan pola pembelajaran telah diselaraskan dengan kebutuhan DUDI.

Adapun, pemilihan lokasi studi banding di Polinela karena saat ini memiliki 5 TEFA bidang pertanian. Dari 23 TEFA yang dimiliki. Yakni, seed teaching farm, produksi unggulan benih serta buah bentuk hati dan kotak (melon), polibronik – produksi unggulan ayam organik, pembibitan kelapa sawit, dan floriculture).

TEFA tersebut menggandeng Pusat Pengembangan dan Pengkajian Teknologi, IPB, Tanah Merah (Produksi Benih Timun dan Paria Unggulan), PT Bizzy Commerce Indonesia, dan Agri Makmur Pertiwi.

Sistem Pengembangan TEFA di Polinela diawali dengan pemberian bantuan modal sebesar Rp 15 juta – Rp 25 juta. Selanjutnya, manager dan pengelola TEFA diberi kebebasan untuk menjaring kerja sama dengan mitra dalam memajukan dan memperbesar TEFA.(*/yog

Pertanian