RADAR JOGJA – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengunjungi lima kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tiga kabupaten Provinsi DIJ. Yaitu BPP Seyegan dan BPP Godean di Sleman, BPP Pandak (Bantul), serta BPP Pengasih dan BPP Panjatan (Kulon Progo).

Kunjungan kerja yang dilakukan di minggu pertama Juni tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan langsung serta apresiasi kepala BPPSDMP atas kinerja Kostratani BPP wilayah DIJ.

Penguatan Kostratani dan penumbuhan petani milenial merupakan program aksi yang digagas oleh BPPSDMP untuk menyiapkan SDM unggul. Guna mendukung program utama Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa saat ini Kementan terus mendorong terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan modern. “Modern itu berarti di dalamnya kita bicara SDM. Bagaimana mau cepat kalau masih pakai kendaraan kemarin. Bagaimana mau maju kalau ilmunya, teknologinya, mekanisasinya masih kemarin,” katanya.

Hal senada disampaikan Dedi Nursyamsi. Menurutnya, sesungguhnya hal pertama dan utama dalam pembangunan pertanian Indonesia adalah SDM pertanian yang unggul.

Dedi juga menyampaikan upaya Kementerian Pertanian untuk terus mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas BPP dalam menjalankan program Kostratani dan penumbuhan petani milenial. “UPTD ini luar biasa. Karena ternyata di sini petani milenial mulai tumbuh, itu yang akan kita genjot,” ungkap Dedi.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyampaikan apresiasi atas upaya Pemkab Sleman, khususnya yang digagas Bupati Kustini Sri Purnomo, dengan program penumbuhan 1.000 petani milenial di wilayahnya. “Upaya Ibu Bupati mencanangkan sekolah petani milenial dan menargetkan penumbuhan 1.000 petani milenial sangat luar biasa. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian tidak akan ragu-ragu memberikan full support,” tegas Dedi.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) Bambang Sudarmanto berkomitmen men-support berbagai program aksi Kementan. “Sebagai bagian dari Kementan sudah seharusnya kami memberikan dukungan nyata terhadap upaya pembangunan pertanian Indonesia,” ujarnya.
Bambang menegaskan, Polbangtan YoMa siap menjalankan tugas pendampingan untuk Kostratani BPP dan penumbuhan petani milenial sebaik mungkin dengan menerjunkan tenaga-tenaga ahli yang kami miliki langsung ke lapangan.

Terpisah, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku telah mencanangkan program tani milenial sejak April lalu. “Kami punya target bisa mencetak sedikitnya seribu petani milenial hingga 2024 mendatang,” ujarnya saat menerima kunjungan kepala BPPSDMP Kementan dan jajarannya, Jumat (4/6/2021).

Pemkab Sleman juga akan menggelar sekolah tani bagi generasi milenial. Untuk menggali minat serta mengasah keterampilan bidang pertanian bagi anak-anak muda Sleman.

Demi suksesnya gerakan petani milenial di Sleman, Kustini berharap bisa menjalin kerja sama dengan Kementan.

Bupati menegaskan, pemberdayaan petani milenial cukup krusial. Demi terciptanya ketahanan pangan. Sekaligus untuk mempertahankan lahan pertanian yang tersedia saat ini. Khususnya di wilayah Sleman. “Jujur saja sekarang ini regenerasi petani memang kurang. Yang senior sudah di atas 50 tahun, sedangkan generasi penerusnya belum ada,” ungkap Kustini.(*/yog)

Pertanian