RADAR JOGJA – Upaya mencetak sebanyak mungkin petani milenial terus dilakukan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan Pertanian dan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Khususnya lewat Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan, petani milenial merupakan garda terdepan dalam upaya menumbuhkan ketahanan pangan nasional. Sedangkan Kepala BPPSDMP Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi menyatakan pentingnya peran petani muda sebagai bentuk regenerasi petani yang saat ini banyak ditekuni usia tua.

Dalam rangka itulah Polbangtan YoMa sejak awal 2021 terus menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtrk) bagi petani milenial dan penyuluh pertanian.
Bimtek di Hotel New Merdeka, Pati, Jawa Tengah, Kamis (25/3/2021) diikuti 100 peserta. Terdiri atas 70 petani milenial dan 30 penyuluh pertanian.

Ir Nuryanto MS, mewakili direktur Polbangtan YoMa, mengatakan, ilmu sektor pertanian dan peternakan sangat penting. Terlebih bagi petani milenial yang sungguh-sungguh ingin mencurahkan tenaga dan pemikiran di bidang pertanian. “Bimtek ini untuk menambah wawasan dan informasi baru dengan ilmu terkait,” tuturnya.

Menurut Nuryanto, ilmu tersebut harus dipraktikkan secara kontinyu. Kemudian hasil dari ilmu yang telah dipraktikkan tersebut harus dievaluasi. Untuk diketahui apa saja kekurangan yang harus diperbaiki serta mana hal-hal yang sudah berjalan baik dan perlu ditingkatkan.

Nuryanto menegaskan, suatu proses memang tidak mudah. Tapi jalan akan selalu ada jika kita punya kemauan dan tekad. Karena ilmu tidak akan berhenti dan akan berlanjut terus.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati Muhtar menyambut baik kegiatan bimtek tersebut. Apalagi bimtek digelar saat pandemi Covid-19. Di mana pertumbuhan ekonomi minus sekitar 3,94 persen. Namun sektor pertanian justru tetap eksis dan tumbuh. “Sektor pertanian ini sangat nyata hadir menjadi pilar penyangga (ekonomi, Red) di tengah pandemi Covid- 19,” ucapnya.

Kendati demikian, Muhtar menyayangkan masih banyaknya generasi milenial yang peduli terhadap sektor pertanian. Muhtar berharap, bimtek kali ini bisa menjadi daya tarik generasi milenial untuk menggarap sektor pertanian ke depan. “Jika yang melaksanakan itu para pemuda milenial, gaungnya akan lebih cepat,” kata Muhtar.

Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan akan mengevaluasi hasil bimtek yang tujuan utamanya untuk meningkatkan kapasitas SDM pertanian. “Tentu kami berharap penyelenggaraan bimtek ini bisa meluas di berbagai wikayah Indonesia,” tuturnya.

Menurut Firman, aspek teknologi sangat penting dalam persaingan pasar global sekaligus menjawab tantangan peningkatan hasil pertanian di tengah menyuautnya lahan bercocok tanam. “Kualitas SDM pertanian sangat penting untuk bisa mengolah sumber daya alam di Indonesia yang luar biasa,” ungkapnya.

Firman mendorong Kementerian Pertanian terus berupaya meregenerasi petani dengan membekali ilmu dan teknologi modern yang memadai.(*/yog)

Pertanian