RADAR JOGJA – Bukan padi. Tidak pula tanaman buah. Melainkan bibit bunga sedap malam. Itulah yang ditanam secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa di Bulak Daratan III, Sendangarum, Minggir, Minggu (21/3/2021).

Penanaman perdana bibit bunga sedap malam yang diprakarsai oleh Kelompok Tani Bunga Puspita Arum di tanah pelungguh Lurah Sendangarum Wiwik Retno Yulianti itu tentu bukan tanpa alasan.

Menurut Retno, hal tersebut untuk mendorong petani di wilayahnya agar menanami lahan pertanian secara variatif. Bukan hanya ditanami padi seperti selama ini. Mengingat hama tikus masih terus menyerang lahan padi para petani.

Retno berharap, penanaman bunga sedap malam yang dimotori Ketua Kelompok Tani Bunga Puspita Arum Marjito bisa menjadi solusi alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani.

Danang Maharsa sangat apresiatif dengan keberanian petani berinovasi menanam bunga di lahan pertanian. “Semoga model ini bisa memutus mata rantai perkembangan hama tikus, memperbaiki struktur tanah dan yang lebih utama dapat berhasil mengangkat ekonomi petani,” harapnya.

Lebih dari itu, Danang mendorong anak-anak muda milenial tertarik menjadi petani. Agar profesi petani tak lagi didominasi usia tua. Tapi ada regenerasi. Hal itu sekaligus untuk menghapus stigma bertani sebagai pekerjaan yang kurang menguntungkan. Menurutnya, anggapan itu keliru. Karena pertanian justru merupakan sektor vital dalam pemenuhan pangan masyarakat.  “Ke depan setelah pohon-pohon bunga ini tumbuh dapat dimanfaatkan untuk kegiatan wisata yang saat ini banyak dicari dengan keindahan alam dan lingkungannnya,” katanya.(yog)

Pertanian