RADAR JOGJA – Alumni Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) sudah terbukti memiliki jiwa entrepreneur tinggi. Selama masa pandemi Covid-19 ini mereka terus berjibaku mempertahankan roda usaha.

Bukan hanya para penggawa Abita Farm yang sudah cukup terkenal itu. Yang menggerakkan usaha penggemukan domba di Pakis, Kabupaten Magelang. Yang juga mendapat dukungan program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) Kementerian Pertanian (Kementan).

Seperti juga usaha budidaya sapi yang dikelola Indiana Sari ini. Dia adalah alumnus Polbangtan YoMa 2019.

Indiana Sari membuat kelompok bersama dua rekannya, Joko Nugroho dan Nur Salim. Mereka juga tergabung dalam program PWMP Kementan lewat kelompok usaha ternak Lembu Mulya Farm.

Usaha peternakan yang mereka geluti memang ikut terguncang Covid 19. Namun, mereka tetap mampu bertahan sampai sekarang. “Anjloknya harga jual sapi akibat pandemi Covid-19 menjadi kendala utama yang kami hadapi saat ini,” ungkapnya kepada tim monitoring PWMP Polbangtan YoMa beberapa waktu lalu.

Sejak Juli lalu harga sapi ditawar hanya Rp 14 juta per ekor. Kendati demikian, Indiana tak patah arang. Ternak mereka tetap diberi pakan yang baik agar menghasilkan bobot besar. Sehingga harga jualnya pun naik. “Di masa seperti ini usaha ternak susah-susah gampang. Yang penting kami berusaha semaksimal mungkin untuk tetap bertahan,” ujarnya.

Meski usahanya sempat oleng, Indiana dan kedua rekannya tetap percaya diri. Mereka optimistis. Yakin bahwa usaha yang dikelola di Ngagrosari, RT 01/RW 03, Ngagrong, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, itu tetap mampu bertahan dan kembali pulih seperti sedia kala. “Kami jual ternak langsung kepada konsumen. Baik peternak atau lewat blantik,” ungkap Indiana.

Direktur Polbangtan YoMa Dr Rajiman MP menaruh perhatian serius akan kesuksesan usaha mantan anak-anak didiknya. Terlebih bagi mereka yang tergabung dalam program PWMP Kementan. “Kami akan terus support mereka. Bukan hanya untuk bertahan selama masa pandemi Covid-19. Tapi sampai mereka mampu mandiri dan meraih kesuksesan,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr pun tak henti-hentinya menyemangati petani dan peternal milenial untuk meraih sukses. “Keberadaan petani muda milenial sangat krusial. Kementan akan mendukung mereka demi regenerasi sekaligus menjamin terciptanya ketahanan pangan nasional,” ujarnya.(*/yog)

Pertanian