RADAR JOGJA – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian PertanianProf Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr tak henti-hentinya menggelorakan semangat para pemuda di Indonesia untuk terus menekui minat dalam usaha pertanian, peternakan, maupun perkebunan.

Upaya tersebut salah satunya melalui program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP), yang dikoordinasi oleh Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian di Jawa Tengah. “Kementan mendukung penuh kiprah petani milenial. Demi terwujudnya regenerasi petani,” ujarnya belum lama ini.

Direktur Polbangtan YoMa Dr Rajiman MP juga tak pernah surut dalam mendukung petani-petani muda milenial di bawah monitoring lembaganya. “Seluruh petani milenial harus terus berjuang dan tidak patah semangat menjalankan usaha,” tuturnya. “Mari sama-sama mewujudkan cita-cita bersama menjaga ketahanan pangan Indonesia,” sambung Rajiman.

Aa818_Hydroponic merupakan salah satu usaha agribisnis yang dikelola petani milenial di Karanganyar. Tepatnya di Gunungsari, Ngringo, Jaten.

Usaha budidaya sayuran segar, sehat, dan bebas pestisida tersebut dikelola oleh tiga anak muda. Anggi Bitho Lokmanto yang didapuk sebagai ketua. Dengan anggota Qorry Aina dan Muklas. Ketiganya alumni Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang tergabung dan terpilih menjadi salah satu kelompok program PWMP di bawah monitoring Polbangtan YoMa.

Mereka menggeluti metode hidroponik. Cara ini untuk menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional. Khususnya bidang hortikultura.

Anggi Bitho mengaku, usaha agribisnis yang digelutinya cukup menjanjikan dan bermasa depan cerah. Bahkan di masa pandemi Covid-19, produk Aa818_Hydroponic tetap laris. Omset bulanannya saja saat ini bisa mencapai Rp 3,5 juta. “Sayuran segar ini kami jual dengan strategi pemasaran langsung (direct selling) dan tidak langsung (indirect selling),” ujarnya belum lama ini.

Direct selling terjadi ketika konsumen datang langsung ke kebun budidaya. Atau di ajang car free day, event/bazar, dan pameran di mal. Sedangkan indirect selling melalui marketplace (online).  “Tiap akhir bulan kami evaluasi. Dengan survei proses produksi, managemen pemasaran dan keuangan, serta kepuasan pelanggan,” jelasnya.

Semua itu demi menjaga komitmen Aa818_Hydroponic sebagai penghasil produk sayuran berkualitas yang benar-benar segar, sehat dan bebas pestisida. (*/yog)

Pertanian