RADAR JOGJA – Kostratani menjadi salah satu ujung tombak mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Itu sebagaimana sering didengungkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) setiap kali menyapa masyarakat. Khususnya para petani.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) Dr Rajiman MP menyatakan, seluruh civitas akademika pada institusi yang dipimpinnya selalu siap siaga memantau dan mendampingi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Model Kostratani. Demi tercapainya tujuan dibentuknya BPP Model Kostratani sebagai pusat data informasi pertanian, sekaligus pusat kegiatan agribisnis. “Sebagai salah satu UPT Kementerian Pertanian di Jawa Tengah dan Yogyakarta kami berkomitmen menyukseskan program Kostratani untuk mencapai tujuan itu,” ujar Rajiman di sela launching BPP Model Kostratani di Pendapa Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2020).

Hal itu disampaikan Rajiman saat mendampingi roadshow Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Bupati Brebes Idza Priyanti sangat mendukung terwujudnya BPP Model Kostratani di wilayahnya. Pemkab Brebes merekomendasikan empat BPP, yang merupakan sentra produksi padi, bawang merah, serta komoditas lainnya. “Yang cocok sebagai BPP Model Kostratani antara lain BPP Bulakamba, BPP Ketanggungan, BPP Banjarharjo, dan BPP Losari,” rincinya.

Lebih lanjut Idza berharap, melalui program Kostratani di Brebes bisa terwujud pilar pangan nasional. Sekaligus untuk mendukung ekspor produk-produk pertanian. Serta bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Idza menargetkan peningkatan produksi pertanian padi dan palawija. “Cita-cita Brebes menjadi lumbung pangan nasional semoga segera tercapai,” tuturnya.

Guna mewujudkan cita-cita tersebut, Idza memohon dukungan besar dari Kementerian Pertanian. Agar sektor pertanian di Brebes tidak berhenti selama pandemi Covid-19 saat ini. “Kami akan menyiapkan sarana prasarana dan irigasi sebagai bukti antusiasme dalam peningkatan produksi pertanian di Brebes,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dedi Nursyamsi mengaku sangat bahagia. Karena Kostratani sangat diterima dengan begitu baik di Kabupaten Brebes.

Tak lupa, Dedi selalu mengingatkan perlunya sinergitas antarpetani, penyuluh, dan petani milenial sebagai sumber daya manusia yang mempunyai andil besar dalam dunia pertanian. Serta diperkuat dengan Kostratani sebagai motor penggeraknya. “Seperti yang selalu disampaikan Bapak Mentan SYL, beliau berharap transformasi BPP menjadi BPP Model Kostratani harus terus berjalan secara bertahap dan bisa selesai secara keseluruhan pada tahun 2021,” tuturnya. (*/yog)

Pertanian