Berbeda dari yang lain, Endra Harsaya atau yang lebih dikenal dengan nama Hendro Pleret, 60, tampak menunggang kuda putih. Aksinya berlanjut dengan berkeliling di sekitar Grha Sabha Pramana (GSP UGM). Lengkap dengan baju toga wisuda berwarna hitam dan atribut wisuda lainnya.
“IPK 4,0 kalah dengan viral, kalah dengan naik kuda,” teriak seniman asal Jogja ini yang disambut dengan tawa wisudawan dan keluarga wisudawan lainnya yang berada disekitarnya, Rabu (10/5).
Hendro Pleret berhasil merampungkan pendidikan S2 UGM. Tepatnya dari Prodi Magister Manajemen FEB UGM. Sosok ini menyelesaikan perkuliahan konsentrasi Strategi Marketing dalam 2 tahun.
“Waktunya tepat 2 tahun, tapi nilainya enggak tepat, IPK sekitar 3,3 atau 3,4,” katanya.
Hendro Pleret menceritakan aksinya menunggang kuda selepas wisuda ini merupakan perwujudan nazarnya. Ia yang berasal dari desa, Pleret Kabupaten Bantul pernah berucap apabila nantinya lulus dari UGM ingin naik kuda.
Hendro juga mengungkapkan alasan memilih kuda menemani perayaan wisudanya kali ini. Menurutnya kuda lebih bermakna dan terkesan klasik vintage. Lalu ia memilih kuda putih betina yang bernama bestie karena warna putih melambangkan lulusan UGM harus berjiwa putih, suci.
“Saya naik kuda karena merakyat dan karena tidak punya Rubicon seperti orang-orang kaya. Nanti lanjut naik kuda sampai ke Kepatihan dan akan dimandikan kembang oleh Pak Wakil Gubernur,” ujarnya.
Hendro Pleret merupakan lulusan S1 jurusan Seni Teater dari ISI Jogjakarta. Ia mengambil langkah besar melanjutkan studi S2 yang tidak linear dengan studi sebelumnya.
“Saya ambil jurusan itu karena dagang itu luar biasa. Bahkan 9 dari 10 pintu rezeki menurut Rasulullah adalah berdagang ya jadi saya berdagang apa saja,” katanya.
Meski usianya tidak lagi muda, Hendro Pleret menyampaikan ia akan terus menimba ilmu. Rencananya pada tahun depan akan lanjut sekolah. Rencananya dia akan mengambil studi doktoral.
“Rencana ambil doktoral tapi enggak di UGM karena berat,” ujarnya. (dwi) Editor : Editor News