Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menemukan Meraki, Merayakan Perubahan-Perubahan di Komunitas

Editor Content • Jumat, 3 Februari 2023 | 00:46 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) sebagai gerakan akar rumput kembali mengadakan acara tahunan untuk merayakan perubahan-perubahan yang terjadi di komunitas. Yaitu sekolah-sekolah yang tergabung di komunitas GSM. Dengan diangkat melalui acara Festival Sekolah Menyenangkan (FSM).

Acara ini merupakan tahun kedua diadakannya oleh GSM. Acara tahunan GSM ini dilakukan secara hybrid, yaitu luring di Taman Budaya
Yogyakarta dan siaran langsung di Youtube, Kamis (2/2). Festival Sekolah Menyenangkan tahun ini memiliki tema yang bertajuk “Menemukan Meraki dalam Kebersamaan”. "Meraki berarti melakukan sesuatu dengan cinta, kreativitas, dan sepenuh jiwa. Spirit meraki inilah yang dijadikan wacana utama untuk mencapai tujuan pendidikan," kata Founder GSM Muhammad Nur Rizal Ph.D.

Menurut dia, FSM tahun ini lebih membingkai komunitas sebagai pemeran utama di acara ini. Peserta yang datang ada sekitar 800 orang dari seluruh stakeholder pendidikan, dan para murid yang berasal dari 15 daerah di Indonesia dari Medan, Sumatra hingga Supiori, Papua. Tujuannya, kata dia, untuk menyatukan kembali spirit dari para penyimpang positif dan pengurus komunitas—yang di dalam prosesnya kembali menemukan cinta, jiwa, dan kreativitas seperti pemaknaan meraki itu sendiri. "Rangkaian kegiatan di acara FSM ini akan menampilkan perwakilan dari 11 komunitas daerah, guru, kepala sekolah, dan kepala dinas yang turut hadir untuk memaparkan meraki yang ditemukan di komunitas GSM," jelasnya.

Tujuan lainnya, kata Rizal, agar publik menyadari pentingnya melakukan perubahan pendidikan yang lebih memanusiakan, serta menguatkan kesadaran diri sebagai manusia untuk mengantisipasi perubahan dunia masa depan yang tidak menentu dan penuh disrupsi oleh
teknologi. Masa depan yang dihantui oleh persoalan mental, polarisasi di masyarakat, industri serta dunia kerja yang berubah drastis, dan perubahan iklim beserta cuaca yang berpotensi merusak planet, perlu didekati oleh manusia yang sadar akan dirinya dan lingkungannya. "Maka dari itu, meraki sangat diperlukan, dan di situlah Festival Sekolah Menyenangkan dan Simposium diselenggarakan untuk merayakannya di GSM,” jelas Rizal.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Supriori Papua Rafles Ngilamele menyebut banyak perubahan yang terjadi setelah mengikuti GSM. Terutama dalam mindset pendidik. Dia menyebut, baru pada 2021 lalu mengetahui tentang GSM di Jogja. Karena itu para pendidik di Supriori pun diajak untuk mengikuti. Hasilnya, kata dia, dalam tiga bulan sudah terlihat. "Atmosfernya berubah dan banyak para guru yang bergabung sendiri dengan membentuk komunitas, itu memudahkan dinas," tuturnya. (pra) Editor : Editor Content
#gsm #Pendidikan