Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Budaya Makan Nusantara, dari Mitos sampai Perspektif Kesehatan

Administrator • Jumat, 30 September 2022 | 21:54 WIB
BUDAYA MAKAN: Talk show kesehatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK - KMK) UGM. (ISTIMEWA)
BUDAYA MAKAN: Talk show kesehatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK - KMK) UGM. (ISTIMEWA)
RADAR JOGJA - Indonesia memiliki beragam budaya Nusantara, salah satunya budaya makan. Budaya makan tidak sekadar jadi sebuah kebiasaan. Di dalamnya terkandung kepercayaan, pantungan, anjuran dan beragam catatan lain yang melekat pada setiap kekhasan makanan.

Budaya makan ini juga menjadi salah satu yang memengaruhi perilaku makan masyarakat, seperti tata krama, frekuensi, pola makan dan pemilihan makanan. Perbedaan budaya setiap daerah mengakibatkan adanya perilaku makan yang berbeda.

Hal ini diungkapkan dalam talk show kesehatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK - KMK) UGM, Kamis (29/9). Hadir sebagai moderator adalah salah satu penulis buku “Budaya Makan dalam Perspektif Kesehatan” Tira Aristasari, S.Gz. Sedangkan narasumber yang hadir dalam talk show kesehatan ini adalah Dr. Toto Sudargo, M.Kes yang merupakan Pakar Gizi Kesehatan/Penulis buku “Budaya Makan”.

Ada pula Dr. Irma Sri Hidayanti, SpA., M.Se (Pakar Ilmu Kesehatan Anak) yang memaparkan materi dari tinjauan aspek klinis ataupun gizi nutrisi anak, faktor risiko dan potensi penyakit yang menguncul akibat adanya defisiensi nutrisi. Juga menghadirkan Pakar Sejarah/Penulis Buku “Jejak Rasa Nusantara" Fadly Rahman, MA.

Dr. Toto Sudargo, M.Kes memaparkan mengenai latar belakang penulisan buku “Budaya Makan”. Juga kemanfaatan dan harapan karya buku tersebut bagi akademisi, klinisi, praktisi, dan semua pihak yang berkepentingan terhadap pemahaman budaya makan masyarakat Indonesia ditinjau dalam perspektif kesehatan.

Menurutnya, budaya makan yang berkembang dan turun temurun secara tidak disadari akan menjadi semacam acuan masyarakat dalam mengkonsumsi bahan pangan. Tidak jarang budaya mengkonsumsi bahan pangan tertentu sudah ditradisikan sejak masa kanak-kanak.

"Dengan demikian, perilaku makan ini memiliki kaitan dengan kualitas status kesehatan masyarakat. Situasi ini di satu sisi bisa mengakibatkan terjadinya kelebihan zat nutrisi tertentu untuk makanan yang dianjurkan. Namun di sisi lain, masyarakat akan mengalami defisiensi nutrisi akibat adanya pantangan makanan," jelasnya.

Melihat fenomena tersebut, program talk show kesehatan dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK - KMK) UGM edisi  September 2022 ini secara khusus membahas mengenai budaya makan yang dipotret dari mitos sampai fakta kesehatan. Muatan materi dalam program talk show kesehatan ini berbasis pada buku karya Dosen Gizi Kesehatan FK - KMK UGM, Dr. Toto Sudargo, M.Kes., dkk berjudul “Budaya Makan” yang diterbitkan oleh UGM press.

Program talk show ini kesehatan ini harapannya mampu menjadi ruang desiminasi informasi publik bagi masyarakat awam untuk memahami unsur budaya dan perilaku makan dari sisi kesehatan maupun sejarah pangan nusantara. Kegiatan talk show ini bertujuan untuk mendiseminasikan dan mempublikasikan buku hasil karya dosen FK - KMK UGM. Juga meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akdemisi, klinisi, praktisi, peneliti, almuni maupun masyarakat awam terkait budaya makan. Terakhir, untuk menjaga keselarasan antara kesehatan masyarakat dan kelestarian pangan nusantara.(obi/om32/ila) Editor : Administrator
#FK-KMK UGM #Budaya Makan